LPMK Jadi Ujung Tombak, Turut Gali dan Kawal Permasalahan di Masyarakat Melalui WBR

LPMK Jadi Ujung Tombak, Turut Gali dan Kawal Permasalahan di Masyarakat Melalui WBR
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 01 Oct 2026
  • 59 kali dilihat

LPMK Jadi Ujung Tombak, Turut Gali dan Kawal Permasalahan di Masyarakat Melalui WBR

MADIUN – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) memegang peran penting di masyarakat. Baik dalam pembangunan hingga mengurai permasalahan-permasalahan. Khususnya dalam konsep Wali Kota Bersama Rakyat (WBR). Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun berharap peran tersebut wajib terus ditingkatkan. Penguatan peran LPMK tersebut dilakukan melalui Ngobrol Santai, Aspirasi Sampai bertajuk Teras Karsa di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Rabu (30/9) malam.


‘’Ini untuk menyamakan persepsi khususnya dalam konsep WBR. LPMK harus mendengar, memastikan, menghubungkan, dan mengawal bersama pak lurah bu lurah,’’ kata Plt wali kota. 


Plt wali kota menyebut LPMK harus benar-benar turut dalam penanganan. LPMK merupakan ujung tombak bersama kelurahan dalam mendata keperluan dan permasalahan warga. Permasalahan kemudian dikelompokkan sesuai kondisi. Merah untuk kondisi darurat yang harus benar-benar segera diintervensi, kuning dengan kondisi menengah, dan hijau yang paling terakhir. Plt wali kota juga memberikan deadline tersendiri setiap permasalahan. Mulai satu hari, satu minggu, 14 hari, 30 hari, dan 60 hari.


‘’Kita butuh masukan masalah-masalah prioritas dari sudut pandang teman-teman LPMK yang sudah ada di lapangan lama untuk kemudian kita intervensi bersama,’’ ungkapnya.


Giat WBR sekarang memang banyak turun ke bawah menyelesaikan masalah. Plt wali kota mengawali giat dengan keliling di tiga kelurahan yang menjadi lokus sasaran. Sebelumnya, permasalahan sudah dihimpun pihak kelurahan bersama LPMK. Plt wali kota menyebut ke depan, pemetaan permasalahan tersebut harus terus ditingkatkan. 


‘’Dari yang sudah-sudah, ada banyak permasalahan penting di masyarakat. Saya menemukan hampir selalu ada ODGJ di kelurahan-kelurahan. Ada yang sendiri. Ini harus ada yang memperhatikan, ditangani, dan terus dikawal,’’ ujarnya. 


Plt wali kota berharap data dari LPMK bisa bersinergi dengan data dari kelurahan. Dengan begitu permasalahan bisa tertangani secara tepat. Plt wali kota menyebut WBR bukan hanya soal bersilaturahmi dengan masyarakat. Tetapi kehadiran pemerintah benar-benar bisa dirasakan masyarakat dengan penyelesaian permasalahan. (dspp/agi/diskominfo)

Awak Sigap