MADIUN – Pemerintah Kota Madiun memperkuat sinergi bersama Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perdagangan, agen, dan pangkalan untuk memastikan ketersediaan LPG, khususnya LPG 3 kilogram, tetap aman dan distribusinya berjalan lancar. Koordinasi lintas stakeholder dinilai penting agar potensi persoalan dapat diketahui dan diantisipasi sebelum berdampak kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat membuka Sosialisasi, Koordinasi dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Ruang Pertemuan Dinas Perdagangan, Kamis (24/9). Menurutnya, pemerintah bersama stakeholder perlu melakukan pemantauan sejak awal, termasuk membaca potensi persoalan yang dapat memengaruhi ketersediaan dan distribusi LPG.
“Sinergi ini harus karena seperti pesan saya pada saat rakor TPID bahwa seluruh stakeholder itu harus bisa memantau sebelum terjadi. setidaknya beberapa minggu sebelum terjadinya inflasi sudah ada namanya prediksi-prediksi. Pertemuan ini penting sekaligus berbagi informasi kondisi yang ada di lapangan,” ujarnya.
Plt wali kota menjelaskan, informasi dari hulu terkait kondisi LPG maupun BBM perlu disampaikan lebih awal. Dengan begitu, pemerintah bersama stakeholder dapat menentukan langkah antisipasi yang diperlukan sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah kepanikan ketika muncul informasi mengenai potensi kelangkaan.
“Jauh-jauh hari dari hulunya sudah ada informasi bagaimana kondisi LPG atau BBM. Makanya saya membutuhkan sinergi ini sebagai berbagi informasi supaya ke depannya masyarakat tidak kaget, panik buying. Harapannya kita sama-sama menjaga khususnya Kota Madiun, bahwa Pertamina sudah menjamin stok aman. Berarti kita harus jaga supaya masyarakat tidak panik,” jelasnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, kondisi stok LPG di Kota Madiun masih aman dan belum terdapat laporan kelangkaan. Meski demikian, pengawasan tetap perlu dilakukan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pedagang yang membutuhkan LPG untuk menunjang kegiatan usahanya.
Selain ketersediaan, Plt wali kota juga menekankan pentingnya memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran. Pengawasan perlu dilakukan bersama oleh seluruh stakeholder agar LPG bersubsidi tersebut dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai kelangkaan yang berasal dari sumber atau kanal yang tidak jelas. Informasi yang akurat dari pemerintah dan stakeholder terkait diperlukan agar masyarakat tidak mengambil langkah berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan.
“Untuk masyarakat, kita sudah menyampaikan bahwa seluruh ketersediaan ini aman stok enggak usah panik. Informasi-informasi yang dikeluarkan oleh sumber yang enggak jelas jangan dipercaya,” pungkasnya.
(Dspp/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun