MADIUN - Cerita tentang Kota Madiun tersimpan di banyak tempat, salah satunya melalui naskah-naskah kuno yang masih dimiliki masyarakat. Agar peninggalan tersebut tidak hilang begitu saja, upaya identifikasi, pendaftaran, hingga digitalisasi mulai didorong bersama.
Hal itu menjadi pembahasan dalam kegiatan identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno yang digelar Selasa (22/9) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebagai narasumber, bersama sejumlah pihak dari komunitas sejarah dan literasi, arkeolog, hingga filolog.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan langkah dalam upaya pelestarian naskah kuno. Sebab, tidak semua naskah berada di tangan pemerintah. Sebagian masih tersimpan di rumah warga, pesantren, maupun komunitas.
“Karena itu, masyarakat yang memiliki naskah kuno diharapkan dapat menginformasikan keberadaannya agar bisa ditindaklanjuti untuk proses pendataan dan digitalisasi,” terang Plt Walikota F.Bagus Panuntun
Naskah kuno dinilai bukan sekadar benda lama yang disimpan sebagai koleksi. Di dalamnya terdapat cerita tentang sejarah dan perjalanan peradaban dari masa lalu hingga sekarang. Dengan digitalisasi, isi dan keberadaan naskah diharapkan tetap terjaga sekaligus bisa menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Upaya tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh. Narasumber mendorong agar cerita tentang Madiun tidak hanya tersimpan dalam naskah, tetapi juga hadir di berbagai sudut kota.
“Saya pengen setiap sudut Kota Madiun ada cerita. Yang kedua, harapan banyak orang Madiun punya museum. Ayo kita gotong bareng-bareng,” ungkapnya.
Wacana pendirian museum pun menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Museum nantinya diharapkan bisa menjadi ruang untuk menghimpun sekaligus mengenalkan berbagai cerita, peninggalan, dan sejarah Madiun kepada masyarakat.
Meski begitu, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Berbagai usulan dari komunitas akan didiskusikan untuk menentukan langkah berikutnya, sementara dari sisi pemerintah daerah masih perlu disesuaikan dengan proses perencanaan dan rencana kerja.
Kesempatan tersebut menjadi langkah awal. Dari digitalisasi naskah kuno hingga gagasan museum, semuanya diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya bersama agar cerita tentang Madiun tetap hidup dan tidak terputus oleh zaman.
(ws hendro/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun