MADIUN – Penataan birokrasi kembali mengemuka di Pemerintah Kota Madiun. Setidaknya, 52 pejabat fungsional, pengawas dan fungsional dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, Jumat (14/8). Puluhan aparatur tersebut mendapatkan jabatan baru hingga promosi untuk mengisi sejumlah kursi yang kosong. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut penataan perlu mengingat banyak agenda besar ke depan.
‘’Ini ada kegiatan besar, teman-teman sudah mempersiapkan dan terus berjalan. Mereka ada yang pindah tidak di satu dinas, makanya saya minta untuk tetap ikut ngawal. Khususnya agenda 17 Agustus dan WBR (wali kota bersama rakyat) yang sebentar lagi,’’ kata Plt wali kota.
Plt wali kota berharap setelahnya pejabat yang baru saja dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab di tempat baru. Tugas merupakan amanah yang harus dijalankan. Kepercayaan yang diberikan pemerintah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Plt wali kota menambahkan semua wajib sesuai role atau aturan yang berlaku.
‘’Sekarang pola kerja kita ubah. Semua berjalan sesuai role dan harus dilaksanakan dengan baik,’’ ungkapnya.
Selain itu, Plt wali kota menyebut mutasi juga bagian dari penyegaran birokrasi. Seperti diketahui ada beberapa pejabat yang telah lama berada di satu bidang pekerjaan. Hadirnya mutasi diharap dapat memunculkan semangat baru di tempat kerja. Mutasi lanjutnya juga diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada pegawai mengembangkan ilmu dan kemampuannya.
Penempatan juga telah disesuaikan dengan latar belakang pendidikan masing-masing pejabat. Plt wali kota ingin posisi jabatan ditempati orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya. Artinya, the right man in the right place. (ws hendro/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun