MADIUN – Jelang peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mematangkan berbagai persiapan agenda perayaan yang akan digelar dalam beberapa pekan ke depan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemaparan kesiapan kegiatan yang disampaikan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Rabu (3/6).
Paparan tersebut dihadiri panitia pelaksana, event organizer (EO), serta sejumlah pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan. Selain menyampaikan perkembangan persiapan di masing-masing bidang, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, menerima masukan, serta memastikan seluruh agenda berjalan sesuai konsep yang telah disusun.
Dalam pemaparan tersebut, Disbudparpora menjelaskan sejumlah kegiatan yang akan memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, mulai dari khitan massal, pagelaran seni budaya di tiap kecamatan, prosesi pernikahan adat Jawa, Madiun Bersholawat, hingga parade drumband yang akan diikuti peserta dari berbagai daerah.
“Kami ingin seluruh rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun dipersiapkan dengan matang. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat kami kumpulkan agar memiliki pemahaman yang sama terkait konsep, teknis pelaksanaan, hingga hal-hal yang perlu disempurnakan melalui masukan bersama,” ujar Plt Wali Kota Madiun.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kota Madiun tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya, memperkuat nilai religius, serta mendorong perputaran ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan yang digelar.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah khitan massal yang menjadi bagian dari kegiatan sosial bagi masyarakat. Selain itu, pagelaran seni budaya akan digelar mulai 6 Juni mendatang dan dibagi di masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Kartoharjo, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Kanigoro.
Pelestarian budaya juga diwujudkan melalui prosesi tradisi pernikahan adat Jawa yang akan diikuti 10 pasangan peserta. Kegiatan tersebut akan dilengkapi dengan lomba tata rias pengantin Jawa sebagai upaya menjaga dan mengenalkan budaya daerah kepada masyarakat.
Agenda religius turut mewarnai rangkaian perayaan melalui kegiatan Madiun Bersholawat yang akan menghadirkan sekitar 40 ulama Kota Madiun. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, parade drumband dipastikan akan berlangsung meriah dengan keikutsertaan peserta dari berbagai daerah, di antaranya Pasuruan, Bojonegoro, Ponorogo, Kwadungan, dan Mejayan. Kehadiran peserta luar daerah diharapkan semakin menambah semarak peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana, pemaparan teknis secara lebih rinci akan kembali dilakukan menjelang H-7 pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan setiap rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan sukses.
(bip/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun