MADIUN – Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menghadiri kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Kota Sehat yang digelar di Kecamatan Manguharjo, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu sembilan tatanan kota sehat serta Forum Kota Sehat Kota Madiun.
Dalam arahannya, Plt Wali Kota menegaskan bahwa penilaian Kota Sehat tidak boleh berhenti pada capaian administrasi maupun angka penilaian semata. Menurutnya, dampak nyata yang dirasakan masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh tim.
“Saya berharap tidak berhenti dengan nilai, tetapi dampak yang diperoleh masyarakat. Sekarang polanya beda, kadang dinilai jelek tapi di lapangan bagus. Karena itu saya yakin tim penilai punya strategi sendiri untuk melihat kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Plt wali kota juga mengingatkan agar seluruh OPD benar-benar memahami tugas masing-masing dalam proses penilaian Kota Sehat. Ia tidak ingin pengisian data hanya bersifat formalitas tanpa pemahaman substansi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Plt wali kota turut menyoroti sejumlah indikator yang masih perlu diperbaiki pada penilaian tahun 2026. Berdasarkan evaluasi sementara, terdapat beberapa tatanan yang nilainya masih berada di bawah target kategori Wistara.
“Kalau standar Wistara itu nilainya 91 sampai 100, target kita ke sana. Tahun ini ada beberapa yang masih di bawah 91 dan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Meski demikian, Plt wali kota optimistis berbagai kekurangan masih bisa dikejar untuk persiapan penilaian tahun 2027. Ia meminta seluruh OPD memperkuat komunikasi dan memperbarui data secara berkala agar tidak terjadi ketidaksinkronan saat proses penilaian berlangsung.
“Kita ini satu tim. Yang kurang segera diperbaiki, update datanya jangan sampai tertinggal. Komunikasi harus intens. Jangan sampai data dengan kondisi lapangan berbeda. Verifikasi lapangan itu penting. Yang dilihat bukan hanya dokumen, tapi dampaknya dan inovasinya,” imbuhnya.
Selain administrasi, Plt wali kota juga menekankan pentingnya kesiapan lapangan saat verifikasi dilakukan. Ia meminta seluruh fasilitas publik, kawasan wisata, hingga ruang-ruang publik memperhatikan aspek kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
“Sekarang Kota Madiun berkembang pesat. Maka konsep kota sehat juga harus mengikuti perkembangan itu. Tidak hanya mengejar nilai, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Pemkot Madiun menargetkan dapat meraih predikat tertinggi Kota Sehat pada penilaian tingkat nasional tahun 2027 mendatang setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Wistara tahun 2023.
(Bip/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun