Berkunjung Lagi, Komisi B DPRD DIY Belajar Terkait Digitalisasi UMKM Kali Ini

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 09 Mar 2026

Berkunjung Lagi, Komisi B DPRD DIY Belajar Terkait Digitalisasi UMKM Kali Ini

MADIUN – Kota Madiun makin sering menjadi jujukan daerah lain untuk belajar. Terbaru ada rombongan dari Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang datang, Senin (9/3). Kunjungan kali ini untuk belajar terkait digitalisasi di bidang UMKM. Rombongan berjumlah belasan orang itu diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Madiun Ahsan Sri Hasto di GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun. 


‘’Kami terdiri dari 12 orang dari Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kunjungan kerja di Kota Madiun dalam rangka melihat program-program mana yang nanti bisa kami bandingkan dengan di DIY,’’ kata Koordinator Komisi B DPRD DIY Budi Waljiman.


Rombongan yang datang memang dengan formasi lengkap. Selain Budi Waljiman yang juga menjabat Wakil Ketua, kegiatan ini juga didampingi langsung Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Nuryadi. Berbagai hal terkait pengelolaan UMKM mengemuka dalam pertemuan. Seperti aplikasi Galeri Produk Unggulan Kota Madiun, aplikasi Pro UMKM, Warung Tekan Inflasi, pembangunan lapak-lapak UMKM kelurahan, hingga program pendukung lainnya seperti layanan wifi gratis. 


‘’Dulu kami pernah datang (ke Kota Madiun) tetapi dengan OPD yang berbeda. Kalau kali ini Penekanannya lebih kepada digitalisasi UMKM yang sudah berjalan di Kota Madiun, dan tadi kita sudah sharing tentang banyak hal terkait itu,’’ ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto menyebut urusan UMKM memang kompleks. Pun, tidak selalu dengan digitalisasi. Namun, bagaimana memberdayakan UMKM di semua lini. Mulai dari urusan paling mendasar hingga peningkatan agar UMKM naik kelas ke depan. Hal itu penting megingat DIY memiliki cukup banyak UMKM. Nah di Kota Madiun, lanjutnya, memiliki banyak cara menarik untuk pemberdayaan UMKM tersebut. Salah satunya dengan menggandeng ASN. 


‘’Di Kota Madiun ada program yang cukup menarik untuk memberdayakan UMKM yakni dengan menginstruksikan ASN untuk belanja atau beli produk UMKM. Dan ini sudah di digitalisasi dengan sebuah aplikasi. Ini bisa di copy paste,’’ ungkapnya.


Program ASN yang wajib berbelanja di UMKM di Kota Madiun sudah mengemuka pada saat era pandemi Covid-19 lalu. ASN wajib berbelanja di UMKM sekitar rumah serta kantor dan harus dilaporkan melalui aplikasi Pro UMKM. Hal itu dimaksudknya untuk membantu roda perekonomian di tataran pelaku UMKM. Program tersebut masih berjalan hingga kini. (bip/agi/diskominfo)


HL

Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengunjungi Kota Madiun, Senin (9/3). Rombongan berjumlah belasan orang dan didampingi langsung Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Nuryadi. Kunjungan ini terkait digitalisasi UMKM di Kota Madiun. Tak heran, kunker diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Madiun Ahsan Sri Hasto di GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun. Komisi B DPRD DIY dulunya pernah datang namun dengan tujuan OPD yang berbeda.


Berbagai hal terkait pengelolaan UMKM mengemuka dalam pertemuan. Seperti aplikasi Galeri Produk Unggulan Kota Madiun, aplikasi Pro UMKM, Warung Tekan Inflasi, pembangunan lapak-lapak UMKM kelurahan, hingga program pendukung lainnya seperti layanan wifi gratis. Di Kota Madiun UMKM memang mendapatkan perhatian tersendiri dari urusan tempat, peningkatan SDM, hingga permodalan.


Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto menyebut urusan UMKM memang kompleks. Pun, tidak selalu dengan digitalisasi. Namun, bagaimana memberdayakan UMKM di semua lini. Mulai dari urusan paling mendasar hingga peningkatan agar UMKM naik kelas ke depan. Hal itu penting megingat DIY memiliki cukup banyak UMKM. Nah di Kota Madiun, lanjutnya, memiliki banyak cara menarik untuk pemberdayaan UMKM tersebut. Salah satunya dengan menggandeng ASN. 


‘’Di Kota Madiun ada program yang cukup menarik untuk memberdayakan UMKM yakni dengan menginstruksikan ASN untuk belanja atau membeli produk UMKM. Dan ini sudah di digitalisasi dengan sebuah aplikasi. Ini bisa di copy paste’’


Danang Wahyu Broto

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY 


Caption

Program digitalisasi di Kota Madiun cukup menarik perhatian daerah lain. Kali ini ada rombongan dari Komisi B DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kembali berkunjung ke Kota Madiun. Kunjungan kali ini terkait Digitalisasi UMKM yang sudah berjalan di Kota Pendekar. Komisi B DPRD DIY dulunya pernah datang namun dengan tujuan OPD yang berbeda.


Rombongan yang didampingi langsung Ketua DPRD DIY Nuryadi itu diterima Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kota Madiun Ahsan Sri Hasto di GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Senin (9/3).


Pengelolaan UMKM di Kota Madiun memang menyeluruh. Mulai dari urusan paling mendasar hingga peningkatan agar UMKM naik kelas ke depan. Berbagai program sudah dijalankan. Mulai pelatihan, penyiapan tempat, hingga bantuan permodalan. Di Kota Madiun sudah ada lapak-lapak UMKM di tiap kelurahan. Selain itu, pemerintah juga membangun tempat-tempat menarik di jantung kota untuk pelaku UMKM. 


Urusan digitalisasi sudah ada aplikasi Galeri Produk Unggulan Kota Madiun dan aplikasi Pro UMKM. Ini diperkuat dengan program pendukung lainnya seperti layanan wifi gratis. Pelatihan dan pembinaan juga terus dilakukan. Bahkan, Pemkot Madiun juga telah memfasilitasi pelaku UMKM untuk go internasional.