MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) mulai tancap gas menyusun arah pembangunan kesehatan dan pengendalian penduduk untuk tahun depan. Penyusunan dilakukan lewat lokakarya yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun di Rumah Makan Ayam Goreng Pemuda, Selasa (3/3).
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, lokakarya fokus terhadap evaluasi capaian 2025. Khususnya dalam bidang kesehatan dan pengendalian penduduk. Nah, hasil evaluasi dijadikan acuan untuk perencanaan program 2027.
‘’Apa yang sudah ada pada 2025 nanti dievaluasi. Kemudian hasil evaluasi untuk menentukan program yang menjadi kebutuhan masyarakat kebutuhan dan direncanakan pada 2027,’’ terang Plt wali kota.
Bagus mengungkapkan, program penanganan tuberkulosis (TBC) dan stunting menjadi pembahasan utama. Pemkot bakal berupaya mengatasi dua persoalan kesehatan tersebut. Apalagi, tren penanganan stunting perlahan menunjukkan progres positif belakangan tahun terakhir.
‘’Stunting berhasil ditekan turun 1 persen dari 12,8 persen menjadi 11,8 persen. Kami ingin mendorong angka stunting terus turun pada 2027 nanti,’’ ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Bagus menyebut Pemkot Madiun akan mengaktifkan program inovasi lokal seperti Gelinting Simas (Gerakan Peduli Stunting untuk Generasi Emas). Bahkan akan kembali berjalan tahun ini.
‘’Program Gelinting Simas saya minta tahun ini jalan lagi. Akan kami koordinasi dengan DPRD agar program ini jalan karena sangat penting menjaga stunting,’’ pungkasnya.
(rams/ggi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun