MADIUN – Pemerintah Kota Madiun bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar audiensi di Balai Kota Madiun, Rabu (18/2), guna memperkuat sinergi lintas sektor melalui penyelarasan program serta penguatan efektivitas kewenangan. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain membahas penyelarasan program pembangunan, MUI juga
mengusulkan pelaksanaan pengukuhan pengurus yang direncanakan pada 17 Ramadan
atau Sabtu (7/3). Kegiatan tersebut direncanakan akan digelar di Rumah Dinas
Wali Kota Madiun.
Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus
Panuntun, yang menerima audiensi tersebut, menegaskan bahwa kolaborasi lintas
sektor menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program dapat berjalan
searah.
“Yang paling penting itu koordinasi. Kalau semua pihak bisa
jalan bareng, program yang kita susun bisa lebih terarah dan manfaatnya
benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan
organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam pembinaan serta
pemberdayaan di bidang keagamaan.
“Lewat kolaborasi ini, kita ingin program tidak sekadar
selesai di atas kertas, tetapi benar-benar berdampak langsung di lapangan,”
imbuhnya.
Lebih lanjut, MUI juga mengusulkan program strategis MUI
Goes to School yang berfokus pada pembinaan internasional serta penguatan akses
beasiswa Kader Ulama Muda MUI bagi santri. Tak hanya itu, Program ini akan
terus berkembang hingga Malaysia dan Thailand.
Melalui penguatan sinergi ini, diharapkan seluruh program
yang dirancang Pemkot Madiun dan MUI dapat terlaksana secara selaras, efektif,
dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,
khususnya dalam penguatan pembinaan keagamaan dan pembangunan sosial di Kota
Madiun. (bip/im/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun