Kembali Pimpin Musrenbang di Lima Kelurahan, Wali Kota Tekankan Usulan Wajib Dapat Dipertanggungjawabkan

  • Kategori Berita
  • By Arga
  • 09 Dec 2025

Kembali Pimpin Musrenbang di Lima Kelurahan, Wali Kota Tekankan Usulan Wajib Dapat Dipertanggungjawabkan

MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan terus bergulir. Musrenbang untuk tahun pembangunan 2027 itu dipimpin langsung Wali Kota Madiun Dr. Maidi. Setidaknya, ada lima Musrenbang yang berlangsung, Senin (8/12). Yakni, di Kelurahan Rejomulyo, Kelun, Kanigoro, Ngegong, dan di Kelurahan Tawangrejo.


Tak hanya sarana serap aspirasi, Musrenbang juga digunakan wali kota untuk menyampaikan arahan pembangunan. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga menekankan agar usulan disampaikan secara maksimal, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Tak hanya itu, wali kota kembali menekankan tentang sampah yang harus dituntaskan terlebih dahulu di setiap kelurahan. Hal tersebut bagian dari awal menuju Kota Madiun yang bersih dan mendukung program zero sampah di 2027 mendatang.


“Silakan usulkan yang dibutuhkan, tetapi harus realistis, bertanggung jawab, dan mendukung prioritas kota. Terutama soal sampah, ini harus selesai dari kelurahan,” kata wali kota.


Berbagai usulan masyarakat pun mengemuka. Seperti di Kelurahan Rejomulyo, warga mengajukan usulan pembangunan yang mencakup Penerangan Jalan Umum (PJU), paving, saluran, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pengaspalan, dan pembangunan fasilitas umum (fasum). Sejumlah kebutuhan sosial dan pemberdayaan masyarakat juga disampaikan. Seperti pelatihan-pelatihan. Selain itu juga ada usulan penguatan sarana sampah dan mengajukan tentang perizinan pembangunan.


Hal senada juga mengemuka di Kelurahan Kelun. usulan diawali dengan pengadaan enam macam tipe sampah, pengaspalan jalan, perbaikan atau rehab saluran, PJU  dan RTLH. Warga turut mengusulkan tentang satgas kebersihan hingga kontribusi untuk penanganan 3R (reduce,reuse, recycle).


Sementara di Kelurahan Kanigoro, pembahasan mengerucut pada perbaikan fasilitas umum, penguatan layanan masyarakat, serta upaya pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan fasilitas olahraga. Warga juga mengusulkan kebutuhan sarana pendukung seperti pembangunan pagar pada jalan pinggir sungai dan perbaikan irigasi.


Sedang di Kelurahan Ngegong usulan difokuskan pada penyediaan tempat sampah, PJU, usaha tani, pembangunan saluran hingga perbaikan atau rehabilitasi kawasan makam. Warga juga mengusulkan tentang pengembangan alat penghancur sampah kaca.


Terakhir di Kelurahan Tawangrejo, warga memfokuskan tentang PJU, perbaikan jembatan, RTLH, Jambanisasi, rehabilitasi gedung hingga sarana alat kesenian. Tak luput juga rehabilitasi kawasan makam di setiap RW, prasarana hingga pengadaan sarpras olahraga dan sarana peralatan persampahan.


Wali kota berharap dengan adanya rangkaian Musrenbang ini mampu menghasilkan perencanaan yang selaras antara kebutuhan warga dan arah pembangunan pemerintah kota.


“Usulan boleh banyak, tetapi pelaksanaan dan tanggung jawab kita terhadapnya jauh lebih krusial. Kita fokuskan pada sampah dulu, baru memfokuskan pada yang lain,” pungkasnya.


(bip/rams/dspp/ws.hendro/im/agi/diskominfo)

  • Bagikan: