Raih PPID Award, Kota Madiun Jadi Rujukan Blitar Belajar Keterbukaan Informasi Publik

Madiun – Meski baru 1,5 tahun berdiri, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun telah membuktikan diri mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Sejumlah penghargaan pun diraih atascapaian kinerja itu, Maka tak heran jika beberapa daerah lainnya ngangsu kaweruh hingga ke kota ini.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Blitar, Jumat (28/12). Dalam kunjungan kerja kali ini, mereka ingin belajar lebih lanjut terkait pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kota Madiun. read more…

Siaga di Musim Penghujan

Musim penghujan tiba, tentunya juga butuh kewaspadaan dari masyarakat. hal – hal yang diwaspadai ketika musim penghujan tiba adalah adanya musibah banjir dan munculnya virus penyakit.  read more…

Tanggap dan Sigap Hadapi Angin Puting Beliung

Peristiwa angin puting beliung di Kabupaten Bogor pada kamis awal bulan Desember kemarin (6/12/2018) tentunya juga harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat di daerah lainnya. Ini tidak lain untuk menggantisipasi jika daerah lainnya terkena angin puting beliung terutama di musim penghujan. read more…

Tingkatkan Keterbukaan Informasi, Pemkot Gelar PPID Award Tingkat Kota

MADIUN – Pengelolaan informasi kudu optimal. Ini diharapakan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk turut serta mensukseskan pembangunan dan kesejahteraan bersama. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Madiun guna mengoptimalkan pengelolaan informasi. Bukan hanya memberikan kemudahan informasi, pengelolaan ini diharap dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.

Penghargaan juga diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kelurahan atas pelaksanaan pengelolaan website layanan informasi dan dokumentasi publik. Tujuannya, untuk motivasi badan publik agar semakin terpacu dalam melaksanakan standar layanan informasi publik.

‘’Informasi menjadi kebutuhan saat ini. Akses informasi harus mudah. Penghargaan ini untuk memacu OPD hingga kelurahan untuk memberikan informasi sebaik mungkin kepada masyarakat. Muaranya, peningkatan pelayanan masyarakat,’’ kata Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri saat penyampaian hasil evaluasi serta penghargaan di Bima Ballroom Aston Hotel, Senin (17/12).

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, lanjutnya, diwajibkan untuk mengolah dan menyajikan informasi sebaik mungkin. Baik informasi yang bersifat isidental maupun yang wajib tersedia setiap saat. Ini penting agar tidak ada informasi yang terlewat.

‘’Akses informasi harus mudah, cepat, dan murah di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini. Prinsipnya, pemerintah terus berupaya mewujudkan itu,’’ imbuhnya.

Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto dalam sambutannya mengatakan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia. Ini merupakan salah satu wujud kehidupan berbangsa yang demokratis.

‘’Melalui mekanisme tersebut akan tercipta pemerintahan yang baik. Peran serta masyarakat diharap juga meningkat. Ini merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki,’’ tuturnya.

Rusdiyanto berharap upaya yang dilakukan ini dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka. Tujuannya jelas, mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta terciptanya kepemerintahan yang baik atau good governance.

‘’Secara umum pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Pemerintahan Kota Madiun sudah cukup baik. Terbukti dengan diperolehnya penghargaan PPID Award tingkat Provinsi Jawa Timur 11 Desember 2018 lalu. Pemerintah Kota Madiun sebagai badan publik dan Kelurahan Pangongangan serta KPU Kota Madiun mendapat predikat A alias sangat terbuka,’’ jelasnya.

BPBD Kota Madiun tampil sebagai OPD terbaik pertama PPID award tingkat Kota Madiun. Sedang, terbaik kedua jatuh kepada Disperta. Dinas Penanaman Modal, PTSP KUM sebagai terbaik ketiga. Kelurahan Pangongangan menjadi terbaik pertama kategori kelurahan. Kelurahan Kanigoro dan Kelurahan Josenan sebagai terbaik kedua dan ketiga. (dhevit/tia/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik

Keterbukaan Informasi, Tiga Wakil Kota Madiun Raih PPID Award Tingkat Provinsi

SURABAYA – Prediksi tim penilai Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur saat visitasi ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun terbukti tepat. PPID Kota Madiun berhasil meraih PPID Award kelompok Kabupaten/Kota Terbaik tingkat Jawa Timur 2018. Pun, PPID Kota Madiun mendapat kategori A alias sangat terbuka dalam hal informasi publik. Kategori ini meningkat dari raihan sebelumnya.

‘’Alhamdulillah, kategori yang didapat naik dari sebelumnya. Dari predikat B sekarang dapat A. Artinya, peran PPID Kota Madiun dalam menyuguhkan informasi kepada masyarakat sudah sangat terbuka,’’ kata Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri usai menerima penghargaan PPID Award di RM Agis Surabaya, Selasa (11/12) malam.

Bahkan, PPID Kota Madiun nyaris mendapat dua penghargaan sekaligus. Satunya, kategori website terbaik. Sayang, PPID Kota Madiun hanya menjadi nominalis kategori ini. Predikat ini tak terlepas dari upaya pemerintah Kota Madiun dalam menyajikan keterbukaan informasi publik. Ini sesuai dengan amanat UU 14/2008. Berbagai hal disajikan demi mewujudkan keterbukaan informasi ini. Mulai ketersediaan informasi, dokumentasi, dan publikasinya kepada masyarakat tergarap secara baik. Berbagai media tersedia. Mulai media elektronik, cetak, dan media sosial. Informasi tersedia melalui website, tabloid, buku, radio, dan berbagai akun media sosial. Setidaknya belasan berita terposting setiap harinya.

Bahkan, masyarakat langsung disambut dengan layanan chatting begitu masuk website. Ini penting agar interaksi dengan masyarakat terjalin baik. Begitu juga dengan respon yang diberikan. Dinas Kominfo menyiapkan petugas khusus yang mejawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Setiap keluhan yang dilaporkan juga langsung ditindaklanjuti kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, cara merespon laporan masyarakat sudah cukup bagus.

‘’Kami juga mengemas informasi dalam sebuah aplikasi smartphone. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengetik. Cukup melalui aplikasi,’’ terangnya sembari menyebut layanan internet gratis dengan 1.300 titik lebih sebagai langkah pendukung keterbukaan informasi ini.

Subakri menambahkan, penghargaan tidak hanya milik PPID Kota Madiun tahun ini. Dua wakil Kota Madiun lain juga berhasil meraih penghargaan. Yakni, KPUD Kota Madiun yang berhasil meraih PPID Award kategori A kelompok KPU dan Kelurahan Pangongangan yang mendapat kategori B kelompok kelurahan.

‘’Saya rasa prinsipnya sama, ingin memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Tentu saja ini terus akan kami lakukan,’’ ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur Ketty Tri Setyorini menyebut penilaian PPID Award dilakukan secara bertahap. Dimulai tahap penghimpunan data melalui kuesioner dan peninjau website oleh tim penilai. Ketty menyebut visitasi dilakukan setelahnya. Namun, hanya daerah atau OPD yang berhasil mengemas lebih dari 45 persen poin dari penilaian kuesioner dan website yang bakal dikunjungi.

‘’Penghargaan ini terbagi dalam beberapa kelompok dan kategori. Ada kelompok KPU, desa, kelurahan, OPD, dan kota/kabupaten. Ada kategori B atau terbyka dan juga kategori A atau sangat terbuka,’’ ujarnya sembari menyebut juga ada kategori khusus yang terdiri dari transparansi anggaran, website terbaik, dan meja layanan terbaik. (dhevit/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik
#IndonesiaBicaraBaik




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link