Ingin Belajar, Tim PPID Kabupaten Gresik Kunjungi Diskominfo Kota Madiun

MADIUN – Kinerja apik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun menarik perhatian daerah lain. Tim PPID Kabupaten Gresik sengaja datang berkunjung, Kamis (29/11). Tujuannya, melihat langsung proses pengelolaan informasi dan dokumentasi di Kota Madiun.

Rombongan diterima langsung Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun Iroh Sunirah. Berbagai hal mengemuka. Sejumlah uneg-uneg ditanyakan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi referensi di PPID Kabupaten Gresik.

‘’Dinas Kominfo Kota Madiun cukup berhasil dalam pengelolaan layanan informasi publik. Selian itu, juga berhasil menorehkan berbagai prestasi,’’ kata Marfuah Yuniyati, pimpinan rombongan PPID Kabupaten Gresik.

Tak heran, pihaknya memilih Kota Madiun sebagai sasaran kunjungan kerjanya. Berbagai hal didapat. Mulai mengelola website, menyuguhkan informasi, hingga berinteraksi dengan masyarakat. Kota Madiun juga sudah menggunakan media penyebar informasi yang lengkap. Mulai website, media sosial, tabloid, radio, hingga buku.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Iroh Sunirah Dinas Kominfo Kota Madiun menyebut peningkatan kapasitas pengelolaan keterbukaan informasi publik terus dilakukan. Ini penting mengingat pentingnya pelayanan informasi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggali informasi serta berbagi pengalaman dengan daerah lain yang lebih berpengalaman dan berprestasi. Kerja apik ini mengantarkan Kota Madiun mendapat kategori B Komisi Informasi Provinsi Jatim pada PPID award 2017 lalu. (mamad/tia/diskominfo)

#100ThKotaMadiun
#KotaMadiunMadiun

Suguhkan Informasi Menarik, Admin PPID Kota Madiun Siap Sambut Era 4.0

Madiun – Memasuki era industri 4.0, kebutuhan akan informasi dituntut untuk mampu tersedia secara cepat, tepat sekaligus menarik. Menarik dalam hal ini adalah bagaimana informasi tersebut dapat menarik pembacanya sehingga tujuan informasi dapat tercapai. Salah satunya dengan menyajikan informasi secara visual dan selanjutnya disebut infografis dan motiongrafis. Mengapa visual? Ini tidak lain, salah satu metode penyampaian informasi dengan visual lebih mudah untuk diterima otak ketimbang informasi yang hanya berupa teks. read more…

Sajikan Informasi Secara Lengkap, Diskominfo Buka Peluang Menangkan PPID Award

MADIUN – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun cukup baik dalam hal keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi terkait pemerintahan dapat diakses dengan mudah. Lengkap pula. Berbagai media tersedia. Pemkot juga mendukung dengan layanan internet gratis melalui wireless fidelity (wifi) yang dapat diakses dari ribuan tempat. Kinerja apik ini membuka peluang Kota Madiun untuk meraih PPID Award tahun ini.

‘’Kalau melihat apa yang sudah dilakukan Pemkot Madiun, khususnya pengelolaan PPID-nya, peluang (meraih PPID Award) itu ada. Kami melihat ada upaya yang cukup gigih dari pemkot sini,’’ kata Ketua Tim Penilai Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur Wahyu Kuncoro saat visitasi ke PPID Kota Madiun, Rabu (14/11).

Peluang itu, lanjutnya, cukup terbuka lebar. Berbagai syarat terpenuhi. Mulai ketersediaan informasi, dokumentasi, dan publikasinya kepada masyarakat. Semuanya tergarap secara baik. Artinya, unsur keterbukaan informasi publik terpenuhi. Website yang dikelola PPID mengedepankan kelengkapan informasi. Semua informasi tersedia. Setidaknya belasan berita terposting setiap harinya. Ini juga dibagikan melalui berbagai media sosial. Transparansi APBD tahun berjalan dan sebelumnya juga tersaji secara rinci. Masyarakat dapat melihatnya secara utuh.

Bahkan, PPID Kota Madiun memiliki nilai lebih. Salah satunya, kemudahan mendapatkan informasi tersebut. Masyarakat langsung disambut dengan layanan chatting begitu masuk website. Ini penting agar interaksi dengan masyarakat terjalin baik. Begitu juga dengan respon yang diberikan. Dinas Kominfo menyiapkan petugas khusus yang mejawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Setiap keluhan yang dilaporkan juga langsung ditindaklanjuti kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, cara merespon laporan masyarakat sudah cukup bagus.

‘’Semua layanan informasi ini juga sudah terkemas dalam sebuah aplikasi smartphone. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengetik. Cukup melalui aplikasi,’’ terangnya sembari menyebut informasi juga dikemas dalam bentuk tabloid, buku, dan penyiaran radio.

Selain itu, layanan internet gratis juga disebutnya sebagai langkah maju. Ini sejalan dengan tujuan keterbukaan informasi publik. Masyarakat yang tidak memiliki kuota tinggal memanfaatkan layanan ini. Apalagi, layanan internet juga langsung mengarah pada website pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat tidak ketinggalan informasi terbaru yang ditampilkan. Titiknya juga cukup banyak. Mencapai seribu lebih titik wifi.

‘’Tidak semua daerah masuk penilaian. Tahun ini memang sedikit selektif. Hanya PPID yang kami nilai aktif dan memenuhi syarat yang kami nilai. Selain PPID, ada Kelurahan Pangongangan dan RSUD Soedono yang masuk penilaian dari Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri menyebut pihaknya terus berupaya menyajikan informasi secara maksimal kepada masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi tujuannya. Tak heran, berbagai informasi ini disajikan dengan beragam cara. Mulai internet, cetak, dan elektronik. Layanan internet gratis juga diberikan. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi repot dalam mengakses informasi.

‘’Informasikan sudah menjadi kebutuhan. Prinsipnya, pemkot terus berupaya menyajikan informasi secara lengkap, mudah, dan murah,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaMadiunKarismatik

Masih Berlanjut, Informasi Website PPID Pembantu Sudah Mulai Update

Madiun – Kunjungan pertama tim Monitoring dan Evaluasi (monev) PPID utama Pemkot Madiun berlanjut pada Kamis, (8/11) di Kelurahan Madiun Lor. Tim langsung diterima oleh Lurah Madiun Lor Lita Febriana Hapsari. Sesuai surat yang dikirim sebelumnya, tim monev PPID utama menyampaikan kelengkapan sarana prasarana (sarpras) PPID Pembantu yang harus dipenuhi. Sebab, kelengkapan sarpras berefek kenyamanan warga saat meminta pelayanan infoemasi di PPID Pembantu.
“Pasti dilengkapi, karena untuk kenyamanan warga,”ungkap Lurah Madiun Lor sembari melayani masyarakat dikantor Kelurahan Madiun Lor. read more…

PPID Kota Madiun Terus Berbenah Untuk Keterbukaan Informasi Publik

Madiun – Mendapatkan informasi dari pemerintah merupakan salah satu hak dari masyarakat. Disini Website PPID merupakan sarana yang disediakan agar masyarakat bisa memanfaatkan untuk memperoleh informasi terbaru. “Website yang telah disediakan Pemkot untuk menyampaikan informasi khususnya informasi penyelenggaraan pemerintah,”ungkap Lelly petugas PPID Utama Pemkot Madiun usai Monitoring dan Evaluasi (monev) PPID Pembantu di 7 kelurahan di wilayah Kecamatan Taman, Rabu (7/11).

read more…

Upayakan Keterbukaan Informasi Publik, PPID Kota Madiun Optimalkan Penggunaan Website PPID Pembantu

Madiun – Pemkot Madiun terus mengupayakan peningkatan keterbukaan informasi. Hal ini mengingat laju perkembangan digital di era industri 4.0 sangat pesat dimana memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dari berbagai sarana. Disini peran penting Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjadi gawang dalam penyebaran informasi khususnya informasi penyelenggaraan pemerintahan. “Pastinya mempermudah kami (Kecamatan Taman) menginformasikan kegiatan yang ada di Kecamatan Taman,”ungkap Sri Wiani Pejabat PPID Pembantu Kecamatan Taman disela-sela menerima kunjungan Tim Monev PPID Utama Kota Madiun. read more…

PPID Utama Kota Madiun Tinjau Kelengkapan Sarpras di PPID Pembantu Kelurahan

 

Madiun – Sesuai arahan dari Walikota Madiun, semua kantor dibawah Pemerintah Kota Madiun harus memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi yang terbaru secara online untuk menuju Kota Madiun Kota pintar / smartcity. Namun masih banyak kendala yang ada di Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Pembantu yang ada di kantor/kecamatan/kelurahan dibawah Pemkot Madiun. Senin (5/11), tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) PPID Utama mengevaluasi kendala yang terjadi di PPID Pembantu. read more…

Hujan belum turun juga? Awas kekeringan mengintai!

Seperti diketahui, Indonesia dilewati dua garis bumi yakni garis lintang nol dan garis khatulistiwa. Berdasarkan hal tersebut, daerah yang dilalui garis khatulistiwa memiliki iklim tropis atau iklim panas, artinya daerah itu akan mendapat penyinaran matahari lebih panjang dibanding daerah – daerah yang tidak dilalui oleh garis khatulistiwa.

Dengan memiliki iklim tropis atau panas, maka pembagian musim di Indonesia hanya dibagi dua musim saja. Yakni musim kemarau dan musim penghujan, dimana masing – masing musim memiliki rasio jangka waktu yang sama dimana masing – masing mendapat pembagian enam bulan.

Sehingga ada kalanya suatu waktu Indonesia mengalami kelebihan air (musim penghujan) dan ada waktunya juga akan kekurangan air (musim kemarau). Disini akan dikupas mengenai masa dimana air sulit didapat atau yang lazim disebut sebagai kekeringan.

Kekeringan mempunyai arti langkanya keberadaan air pada daerah di suatu waktu tertentu dan disebabkan oleh beberapa peristiwa tertentu. Peristiwa sudah bisa disebut dengan kekeringan ketika hanya ada satu sumber air yang masih aktif dan digunakan untuk beberapa desa, atau ketika masyarakat harus mencari air hingga jauh beberapa kilometer dan mereka harus mengantri untuk mendapatkannya.

Berikut penyebab terjadinya kekeringan yang umumnya ada di Indonesia :

  1. Musim kemarau yang panjang
  2. Minimnya resapan air karena berkurangnya pohon
  3. Penggunaan air yang berlebihan
  4. Kekurangan sumber air
  5. Jauhnya jarak ke sumber air
  6. Minimnya tempat penampungan air

Selain mengetahui penyebab kekeringan, bijak juga mengetahui dampak apa yang bisa ditimbulkan ketika mengalami kekeringan. Berikut dampaknya:

  1. Kurangnya sumber air minum
  2. Kurangnya sumber air untuk keperluan sehari – hari
  3. Tanaman dan hewan banyak yang mati
  4. Kelaparan massal
  5. Lingkungan menjadi kotor
  6. Timbul bibit penyakit

Mengingat dampak dari kekeringan tersebut, upaya yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi kekeringan dapat dijelaskan di infographis berikut ini

:

BIJAK MENYIKAPI GEMPA (SEBELUM, SAAT DAN SETELAH GEMPA)

 

Dua gempa besar yang terjadi di Indonesia terakhir ini (Gempa di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Palu Donggala, Sulawesi Tengah) secara tidak langsung menumbuhkan kecemasan pada masyarakat. Kecemasan masyarakat ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan rumor hoax yang semakin menambah keresahan, dimana salah satunya disinyalir akan ada gempa besar lagi di wilayah Indonesia lainnya. read more…




Call Center :
081 249 83 1266

LPPL RADIO SUARA MADIUN

Link