PABRIK GULA REJO AGUNG
"Harta Karun" Kejayaan Ekonomi Madiun
Berdiri Sejak Abad ke-19 Pernah bertanya-tanya tentang sejarah pabrik megah ini? Perjalanannya dimulai jauh pada tahun 1894. Berdirinya Pabrik Gula (PG) Rejo Agung ini adalah dampak langsung dari kebijakan liberalisasi gula tahun 1870 yang membuka keran investasi swasta di Hindia Belanda.
Pabrik ini didirikan oleh anak perusahaan dari Oei Tiong Ham, seorang konglomerat legendaris yang kala itu masyhur dengan julukan "Raja Gula Asia".
Bagian dari Imperium Bisnis Raksasa
Pada masa kejayaannya, PG Rejo Agung sempat menjadi roda penggerak penting dari Oei Tiong Ham Concern, sebuah imperium bisnis multinasional terbesar di Asia Tenggara pada zamannya. Bayangkan, dari mesin-mesin raksasa di dalam pabrik inilah, roda ekonomi Madiun berputar kencang hingga menembus pasar internasional.
Era Nasionalisasi Bangsa
Seiring berjalannya waktu dan dinamika politik pasca-kemerdekaan, aset perusahaan raksasa ini pada akhirnya resmi dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1961 dan terus beroperasi membawa manfaat bagi masyarakat.
Status Cagar Budaya Kota Madiun
Mengingat peran krusialnya dalam membentuk urat nadi sejarah dan tata kota ekonomi Madiun, pada tahun 2019 kompleks bersejarah ini secara sah telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Kota Madiun (berdasarkan SK Walikota No. 430-401.102/204/2019).
Mari kita hargai dan jaga bersama "harta karun" bersejarah yang berdiri gagah di tengah Kota Madiun ini.
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun