MADIUN - Tak cukup membekali pencari kerja dengan keterampilan, Pemerintah Kota Madiun juga membidik penyerapan tenaga kerja setelah pelatihan. Melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch II Tahun 2026, Pemkot Madiun membuka lima bidang pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan, Rabu (21/10). Lima bidang yang dibuka meliputi keterampilan menjahit sepatu, perbengkelan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), food and beverage (F&B), serta administrasi.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi calon tenaga kerja untuk membekali diri dengan keterampilan yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja. Pemerintah tidak hanya memfasilitasi pelatihan, tetapi juga mendorong agar kompetensi yang diperoleh dapat berujung pada penyerapan tenaga kerja.
“Pemerintah kota membuka ruang untuk calon pekerja baru yang mempunyai kompetensi. Makanya dilatih dulu,” ujarnya.
Lebih lanjut Plt Walikota menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Pemerintah akan memantau perkembangan peserta setelah pelatihan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan yang diberikan mampu membantu mereka mendapatkan pekerjaan.
Pemantauan direncanakan dilakukan dalam kurun tiga hingga enam bulan setelah pelatihan. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah dapat mengukur persentase peserta yang telah bekerja sekaligus menilai efektivitas program yang dijalankan.
Ia menambahkan, penggunaan anggaran pelatihan juga harus diikuti dengan capaian yang terukur. Dinas terkait diharapkan memiliki target yang jelas sehingga manfaat program terhadap penurunan pengangguran di Kota Madiun dapat dievaluasi secara konkret.
Plt walikota pun berharap tingkat penyerapan kerja peserta Batch II dapat mencapai hasil maksimal. Optimisme tersebut didukung capaian peserta Batch I yang telah menunjukkan hasil positif dalam mendapatkan pekerjaan.
“Yang kemarin Batch I itu empat bulan, sudah 80 persen. Semoga nanti enam bulan bisa 100 persen,” ungkapnya.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, Pemkot Madiun berharap semakin banyak pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan begitu, program pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan, tetapi juga membuka peluang kerja dan berkontribusi terhadap penurunan pengangguran di Kota Madiun.
(dspp/kus/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun