Wagub Emil Apresiasi Madiun Menari Karena Lahir dari Masyarakat, Wagub: Pemerintah Tak Harus Selalu Jadi Inisiator

Wagub Emil Apresiasi Madiun Menari Karena Lahir dari Masyarakat, Wagub: Pemerintah Tak Harus Selalu Jadi Inisiator
  • Kategori Berita
  • Oleh Diskominfo
  • 29 Sep 2026
  • 32 kali dilihat

Wagub Emil Apresiasi Madiun Menari Karena Lahir dari Masyarakat, Wagub: Pemerintah Tak Harus Selalu Jadi Inisiator

MADIUN – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi event Madiun Menari yang mengemuka di Kota Madiun beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, Pemerintah Kota Madiun dinilai berhasil menggerakkan masyarakat untuk turut meningkatkan perekonomian daerah melalui kegiatan. Bagaimana tidak, Madiun Menari merupakan event yang berangkat dari inisiatif masyarakat. 


‘’Secara perputaran ekonomi, pemerintah hanya menyumbang lima persen. 95 persen lainnya dari swasta. Makanya saya ingat video mas wali kota, beliau ada acara festival nari, mas wali langsung bilang, mas Bagus, ini bukan program pemkot, ini inisiatif warga,’’ kata Wagub Emil saat Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026 di Aston Hotel Madiun, Selasa (29/9) sore. 


Wagub Emil menilai pemerintah tidak harus selalu menjadi inisiator. Pemerintah dapat memperkuat inisiatif masyarakat melalui dukungan anggaran, regulasi, maupun kehadiran langsung. Pemerintah kemudian hadir untuk memfasilitasi dan memastikan pelaksanaannya berlangsung tertib.


‘’Tugas pemerintah bukan mencari pembuktian, tetapi memfasilitasi apa yang dilakukan masyarakat,’’ tuturnya.


Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut kegiatan Madiun Menari yang disebut wagub Festival nari tersebut memang lahir dari inisiatif masyarakat. Hadirnya event bukan program yang sepenuhnya dibiayai pemerintah daerah melalui APBD.


‘’Ya, memang Madiun Menari dari masyarakat bukan dari Pemerintah Kota. Saya hanya memberikan trigger kecil. Seluruh kegiatan yang konsep adalah teman-teman sanggar dan juga dibiayai sendiri oleh masyarakat sehingga fungsi pemerintah dalam hal ini sebagai fasilitator itu terwujud,’’ ungkapnya.


Plt wali kota berharap ke depan lebih banyak lagi partisipasi masyarakat dalam kegiatan di Kota Madiun. Mulai dari ide, gagasan, dan konsep berangkat dari masyarakat. Harapannya, kegiatan-kegiatan di Pemerintah Kota Madiun merupakan milik masyarakat. 


‘’Sehingga harapan besar, saya sudah menyampaikan ke depannya semua ide, gagasan, dan harapan besar dari masyarakat. Sehingga nanti kegiatan-kegiatan Pemerintah Kota yang ada di Pemerintah Kota Madiun ini milik dari masyarakat,’’ harapnya. 


Terkait penghargaan, Kota Madiun memborong lima penghargaan sekaligus. Pemkot Madiun meraih kategori Outstanding Government, kategori Top Public Service yang diraih Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan kategori Credible Banking yang diraih Perumda BPR Bank Daerah. Satu penghargaan lagi diraih DPRD Kota Madiun dengan kategori Transformative Legislative. (rams/agi/diskominfo)

Awak Sigap