MADIUN – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR). Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi sekaligus menggali potensi di masing-masing kelurahan.
WBR titik kedua kali ini digelar di Lapak Joglo Kutho Miring, Kelurahan Demangan, Jumat (21/8) malam. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari tiga kelurahan, yakni Demangan, Kuncen, dan Josenan.
Sebelum menghadiri WBR, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun terlebih dahulu menyambangi dua warga lanjut usia. Ia mengunjungi Ninuk Mujiati di Jalan Ponorogo RT 15/RW 6 Demangan dan Painem di Jalan Kapten Tendean RT 23/RW 9.
Dari rumah warga, Plt wali kota kemudian menuju Lapak Joglo Kutho Miring. Setibanya di lokasi, ia meninjau berbagai pelayanan yang disuguhkan OPD kepada masyarakat sebelum mengikuti rangkaian WBR.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. LPMK, Karang Taruna, penggiat seni budaya, UMKM, RT, RW, dan berbagai elemen masyarakat harus ikut menghidupkan aktivitas di kelurahan.
“Sekarang pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat. Salah satunya LPMK, Karang Taruna, para penggiat seni budaya, RT, RW, karena banyak kegiatan yang nanti mengacu kepada masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, pola WBR juga akan diperluas. Jika sebelumnya setiap kecamatan hanya memiliki satu titik, ke depan direncanakan menjadi tiga titik di setiap kecamatan atau total sembilan titik. Dengan begitu, pemerintah dapat lebih sering turun dan bertemu langsung dengan masyarakat.
Khusus Karang Taruna, Plt Wali Kota memberikan tantangan agar lebih aktif menghasilkan ide dan gagasan yang bermanfaat. Sebagai tahap awal, program tersebut akan diuji coba di 10 kelurahan pada 2027.
“Kalau idenya bagus dan programnya untuk masyarakat, anggarannya sudah saya siapkan. Jadi jangan hanya menjadi panitia, tetapi harus upgrade dan punya ide-ide yang bisa menggerakkan masyarakat,” tegasnya.
Plt Wali Kota juga meminta lapak-lapak di Kota Madiun kembali dihidupkan. Fasilitas yang sudah dibangun, menurutnya, harus dimanfaatkan secara konsisten sehingga bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Madiun juga menyerahkan santunan kematian kepada enam ahli waris senilai Rp42 juta. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemkot dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja, termasuk pekerja rentan. Melalui WBR, Pemkot berharap komunikasi dengan masyarakat semakin kuat sekaligus menjadikan aspirasi warga sebagai bahan pengembangan masing-masing kelurahan.
(Rams/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun