MADIUN – Giat Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) tahun ini mulai bergulir. Lapak Kampir Kelurahan Kanigoro menjadi lokasi pertama yang disambangi Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun beserta layanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (19/8) malam. Kegiatan WBR perdana ini merupakan ajang serap aspirasi Plt wali kota kepada perwakilan masyarakat Kelurahan Kanigoro, Pilangbango, dan Kelurahan Rejomulyo. Tak hanya bersilaturahmi dan serap aspirasi, Plt wali kota juga menyambangi ke rumah warga untuk memberikan bantuan.
‘’Ini pertama di tahun ini. Tentunya akan terus kita evaluasi. Termasuk masukan dan usulan dari masyarakat tadi,’’ kata Plt wali kota.
Kegiatan dimulai acara seremonial di lokasi lapak. Seperti giat WBR sebelumnya, Plt wali kota langsung berinteraksi dengan warga. Giat WBR memang sarana kepala daerah untuk menyambangi masyarakat secara langsung. Selain menyosialisasikan program kerja, kegiatan juga menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat. Tak heran, berbagai usulan pun mengemuka saat sesi tanya jawab.
‘’Yang utama jelas komunikasi dengan perwakilan masyarakat. Supaya apa, supaya kita tahu usulan apa yang sekiranya mendesak dan belum ter-cover saat pengusulan di tahun kemarin,’’ ungkapnya.
Plt wali kota menambahkan kegiatan juga sekaligus untuk mengetahui kondisi ekonomi di masyarakat. Seperti diketahui, ada banyak program Pemerintah Kota Madiun yang ditujukan untuk peningkatan ekonomi. Seperti Lapak UMKM di setiap kelurahan, pelatihan dan pembinaan, dan lain sebagainya. Geliat perekonomian tentu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan program-program yang dijalankan tersebut.
‘’Yang kedua kita ingin melihat kondisi ekonomi di lapangan. Khususnya masyarakat di tingkat kelurahan, sehingga kita tahu langkah apa yang tepat ke depan,’’ terangnya.
Dalam kegiatan juga mengemuka penyerahan berbagai bantuan. Seperti bantuan program JKK-JKM kepada delapan penerima dan juga launching bantuan pangan dari Bulog. Seperti diketahui Pemerintah Pusat melalui Bulog kembali menggelontorkan bantuan pangan. Untuk alokasi tahun ini, ada sebanyak 11.635 penerima manfaat di Kota Madiun. Setiap penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras.
Selain itu juga terdapat berbagai pelayanan OPD di lokasi kegiatan. Seperti layanan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, layanan pajak daerah, layanan perizinan, dan lain sebagainya.
Kegiatan WBR lantas berlanjut ke rumah salah satu warga. Plt wali kota kali ini menyambangi rumah Sarinem, salah satu warga penerima bantuan lansia non potensial. Plt wali kota juga menyalurkan bantuan lansia non potensial, serap aspirasi, dan makan bersama di rumah lansia tersebut. (ws hendro/agi/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun