Hari Jadi ke-108, Pemkot Madiun Jadikan Panggung Aspirasi Ajang Regenerasi Seniman Muda

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 29 Jun 2026

Hari Jadi ke-108, Pemkot Madiun Jadikan Panggung Aspirasi Ajang Regenerasi Seniman Muda

MADIUN – Panggung Aspirasi Budaya dimanfaatkan Pemerintah Kota Madiun sebagai wadah regenerasi seniman muda dalam rangka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Melalui pagelaran wayang kulit dengan lakon Gathutkaca Prawitaradha, ratusan pelajar hasil pembinaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun turut ambil bagian dalam upaya pelestarian budaya daerah, Minggu (28/6) malam.


Pagelaran yang digelar di Panggung Aspirasi Budaya depan Gedung DPRD Kota Madiun tersebut menampilkan empat dalang cilik berprestasi, kelompok karawitan, serta 150 sinden pelajar SD dan SMP se-Kota Madiun. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan para pelajar yang selama ini mengikuti pembinaan seni budaya dari Disbudparpora Kota Madiun.


Suasana semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu Cak Penthul dan Cak Senthun yang turut menghibur masyarakat. Ribuan warga tampak memadati kawasan Panggung Aspirasi Budaya untuk menyaksikan pagelaran seni tradisional yang menjadi salah satu agenda peringatan Hari Jadi Kota Madiun tersebut.


Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan regenerasi pelaku seni budaya perlu terus diperkuat agar kesenian tradisional tetap lestari dan mampu berkembang di tengah perubahan zaman. Karena itu, pembinaan kepada generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan.


"Cari anak-anak yang mau menekuni budaya seperti ini sangatlah susah. Karena itu harus terus kita dukung dan bina agar budaya tetap lestari," ujarnya.


Menurutnya, keberadaan Panggung Aspirasi Budaya menjadi ruang yang tepat untuk menampilkan sekaligus mengembangkan potensi seni budaya masyarakat. Untuk itu, Disbudparpora bersama Dinas Pendidikan diminta terus memperbanyak kegiatan seni budaya yang melibatkan pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus pelaku seni di Kota Madiun.


"Kalau generasi mudanya sudah mau tampil, belajar karawitan, menjadi sinden, maupun dalang, itu artinya budaya kita masih memiliki masa depan. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi dan memberi ruang agar mereka terus berkembang," tambahnya.


Oleh karena itu, Plt Wali Kota Madiun menambahkan budaya merupakan salah satu potensi unggulan Kota Madiun yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui pembinaan yang konsisten, diharapkan semakin banyak talenta muda yang tertarik menekuni seni tradisional dan berperan dalam menjaga warisan budaya daerah.


Sebagai simbol dimulainya pagelaran wayang kulit, Plt Wali Kota Madiun menyerahkan gunungan kepada empat dalang cilik berprestasi yang tampil pada malam tersebut. Penyerahan gunungan menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota Madiun terhadap upaya pelestarian budaya melalui pembinaan generasi muda. (bip/im/diskominfo)