Ada Jamasan Perkutut Katuranggan di Kota Madiun, Plt Wali Kota Lirik Jadi Tradisi Pendongkrak Ekonomi

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 17 Jun 2026

Ada Jamasan Perkutut Katuranggan di Kota Madiun, Plt Wali Kota Lirik Jadi Tradisi Pendongkrak Ekonomi

MADIUN – Ada tradisi unik di Kota Madiun saban Suro. Salah satunya, Jamasan Perkutut Katuranggan yang digelar komunitas Pecinta Perkutut (Pecintut) Kota Madiun, Selasa (16/6) sore. Bertempat di Jalan Makam Tentara Kelurahan/Kecamatan Taman, kegiatan tidak hanya dipandang sebagai upaya pelestarian budaya. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun berharap kegiatan bisa menjadi daya tarik wisata hingga mendongkrak ekonomi daerah ke depannya.


‘’Kalau saya, pikirannya pasti perputaran ekonomi. Ini potensi besar. Maka dari itu, untuk tahun depan saya minta dipersiapkan jauh-jauh hari,’’ kata Plt wali kota yang hadir dalam kegiatan.


Potensi besar yang dilihat Plt wali kota itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, antusiasme peserta cukup besar. Bahkan, banyak yang datang dari berbagai daerah. Tak kurang dari sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan. Tak ayal, kegiatan bukan sekedar ajang silaturahmi para penghobi perkutut. Namun, memberikan dampak positif bagi sektor usaha lokal, mulai dari kuliner, perdagangan, hingga jasa penginapan.


Karenanya, Plt wali kota meminta panitia dan komunitas perkutut mulai menyusun konsep yang lebih matang untuk penyelenggaraan tahun mendatang. Termasuk penguatan narasi sejarah dan budaya atau storytelling yang melatarbelakangi tradisi jamasan perkutut. Hal itu perlu karena sebuah tradisi akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi apabila didukung cerita dan nilai historis yang dapat dipahami masyarakat luas maupun wisatawan.


‘’Harus ada cerita yang bisa disampaikan kepada masyarakat. Jadi orang datang tidak hanya melihat acaranya, tetapi juga memahami sejarah dan makna budaya yang ada di balik tradisi tersebut,’’ jelasnya.


Pemerintah Kota Madiun, lanjut Plt wali kota, tentu siap memberikan dukungan terhadap pengembangan kegiatan tersebut. Harapannya, agar dapat menjadi agenda budaya tahunan yang lebih besar dan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.


Plt wali kota menegaskan pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan positif yang berdampak pada pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan warga.


‘’Prinsipnya pemerintah akan mendukung kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat, baik untuk pelestarian budaya maupun untuk pertumbuhan ekonomi daerah,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)