MADIUN – Nuansa sakral prosesi akad nikah dan keanggunan busana pengantin adat Jawa mewarnai peringatan HUT ke-108 Kota Madiun di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Selasa (10/6). Melalui gelaran prosesi pengantin adat serta lomba tata rias pengantin, Pemerintah Kota Madiun mengajak masyarakat untuk terus nguri-uri budaya Jawa sekaligus memperkuat potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Sebanyak 18 perias mengikuti lomba yang terbagi dalam dua kategori, yakni 10 perias kategori tunggal (single) dan 8 perias kategori pasangan pengantin. Para peserta menampilkan kemampuan serta kreativitas mereka dalam merias pengantin sesuai pakem adat Jawa Solo Putri.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Setelah perlombaan, rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan prosesi akad nikah, temu manten, dan fashion show yang menampilkan hasil karya para peserta. Penampilan tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai budaya pernikahan Jawa sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang hadir.
Wakil Ketua I TP PKK Kota Madiun, Dellina Mahardika Panuntun, menyampaikan bahwa pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Tata rias pengantin adat Jawa Solo Putri merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerah,” ujarnya.
Menurutnya, para perias memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi para perias serta menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi para peserta, Pemerintah Kota Madiun memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada para pemenang. Juara I menerima Rp2 juta, Juara II Rp1,5 juta, dan Juara III Rp1 juta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua I, II, dan III TP PKK Kota Madiun.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Madiun berharap upaya pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif, sehingga mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (dspp/im/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun