Jalin Koordinasi dan Komunikasi, Forpimda Gelar Gowes Bersama

MADIUN – Komunikasi dan koordinasi antar pimpinan dan instansi bisa dilakukan melalui beragam cara. Tidak harus formal, komunikasi bisa dilakukan sambil olahraga. Seperti yang terlihat, Jumat (24/1) pagi. Komunikasi dan koordinasi antar Forpimda di Kota Madiun dikemas menarik melalui gowes bersama. Kegiatan berkeliling Kota Pendekar dari atas sepeda itu juga diikuti angota Kepolisian dan TNI serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat pada umumnya. 
 
Mengambil start di Balai Kota, kegiatan yang diikuti seratusan peserta tersebut diawali dengan senam ringan untuk peregangan. Peserta tampak antusias. Kegiatan bersepeda memang tengah in saat ini. Banyak masyarakat yang memilih bersepeda sebagai alternatif berolahraga. Tak heran, klub-klub sepeda bermunculan. Klub-klub ini nyaris selalu meramaikan ketika ada event bersepeda. 
 
Rombongan langsung melahap rute yang telah ditentukan. Mulai Jalan Pahlawan – Jalan Cokro – Jalan Musi – Jalan Soekarno Hatta – Jalan Panjaitan – Jalan Taman Praja – Jalan Letkol Suwarno – Jalan Slamet Riyadi dan finish di halaman Bank Daerah. Kegiatan gowes juga menjadi sarana walikota meninjau pembangunan di Kota Madiun. 
 
‘’Hari ini kita gowes bersama Kepolisian dan TNI. Ada juga masyarakat. Kegiatan seperti ini penting bukan hanya agar sehat tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan koordinasi,’’ kata walikota. 
 
Apalagi, Polres Madiun Kota punya pimpinan baru. Seperti diketahui, AKBP H.R. Bobby Aria Prakasa menjabat Kapolres Madiun Kota sejak awal Januari lalu menggantikan AKBP Nasrun Pasaribu yang kini menjabat di Polda Jabar. Koordinasi tentu perlu ditingkatkan agar sinergitas terjalin baik. Berbagai obrolan mengemuka dari atas sepeda. Termasuk langkah kebijakan ke depan. Salah satunya, kerja sama Pemkot dan Kepolisian terkait rencana penerapan E-tilang di Kota Pendekar. 
 
‘’Ini manfaatnya banyak sekali. Kami juga bisa melihat secara langsung sudut-sudut kota yang sekiranya butuh sentuhan. Sengaja memang rutenya sampai di kawasan pinggiran,’’ ungkapnya. 
 
Walikota menyebut kegiatan akan dirutinkan. Nyaris setiap Jumat, Walikota Maidi memang bersepeda bersama OPD. Seperti giat beberapa waktu lalu ketika kerja bakti di kawasan perbatasan utara. Walikota bersama OPD bersepeda menuju lokasi sebelum kerja bakti. Titik-titik perbatasan memang bakal dipercantik ke depan. Tidak hanya perbatasan utara. Tetapi juga perbatasan barat, selatan, dan timur. (ws hendro/agi/diskominfo)

Tancap Gas Sedari Awal, Walikota Tinjau Titik-titik Prioritas Pembangunan

MADIUN – Percepatan pembangunan di 2020 tampaknya bukan isapan jempol belaka. Walikota Madiun Maidi langsung tancap gas dihari pertama kerja tahun ini. Walikota beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau sejumlah lokasi pembangunan fisik yang menjadi prioritas, Kamis (2/1). 
 
Rombongan kali pertama meninjau pembangunan taman selamat datang di kawasan PG Rejo Agung. Kawasan tersebut memang direhab menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Pengerjaannya sudah 80 persen. Walikota menyebut pekerjaan diprediksi selesai Februari nanti. Pembangunan tersebut direspon cepat walikota dengan berencana mempercantik kawasan di sekitarnya. 
 
‘’Kalau taman selamat datangnya sudah bagus, yang di sekitarnya juga harus baik. Makanya yang sisi timur jalan ini nanti akan kita bangun taman Pohon Flamboyan,’’ kata walikota. 
 
Taman ini berada di sekitar pos polisi. Pos akan dipindahkan sedikit ke selatan. Sisanya, bakal dimanfaatkan untuk taman sampai ke utara. Trotoar juga akan dilebarkan sampai tujuh meter. Lampu penerangan jalan juga ditambah. Walikota menyebut titik perbatasan wajib wah. Selain cantik juga harus terang. Bagian tugu adipura juga akan dipindahkan dekat taman selamat datang. Bundaran bekas tugu adipura akan dimanfaatkan antara patung pendekar, patung pecel atau lampu besar. 
 
‘’Semua perbatasan akan dibuat indah dan terang. Masuk Kota Madiun harus santun dan pelan. Pelan karena lihat kanan-kiri yang bagus dan indah,’’ terangnya. 
 
Tak heran, walikota juga meninjau titik perbatasan di barat dan selatan. Yakni, di ring road dan Kelurahan Demangan arah ke Ponorogo. Titik-titik tersebut sengaja direhab dalam waktu dekat ini. Walikota berharap sebelum Hari Raya Idul Fitri proyek sudah selesai. Artinya, perubahan sudah terlihat saat masyarakat dari perantauan pulang. 
 
Selain itu, walikota dan rombongan juga meninjau kawasan Proliman dan ‘Pulau’ jalan di simpang tiga Jalan dr. Soetomo. Seperti diberitakan, pembangunan kawasan simpang lima memang akan dilanjutkan. Terutama sentra kuliner di samping Jalan Rimba Darma. Sedang, ‘pulau’ jalan akan diperbanyak di titik-titik lain nantinya.
 
‘’Program fisik 2020 sudah ada di APBD dan jelas semua. Ini harus segera dilaksanakan. Saya tidak mau terlambat. OPD sengaja saya ajak keliling untuk melihat titik skala prioritas,’’ ujarnya sembari menyebut tiga bulan awal juga prioritas penanaman pohon berbunga. 
 
Penanaman pohon butuh segera lantaran masih musim penghujan. Kesempatan hidupnya lebih besar dibanding saat musim kemarau. Pihaknya menyebut bakal ada banyak pohon berbunga di Kota Madiun. Selain Pohon Flamboyan di titik perbatasan utara, walikota akan menanaman Pohon Bungur di perbatasan barat dan Pohon Tabebuya untuk wilayah timur. 
 
‘’2020 tahun perubahan. Saya ingin ada banyak perubahan di tahun ini,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)


Call Center :
081 249 83 1266

Link