MADIUN – Pemkot Madiun melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kembali menggelar senam lansia yang berlangsung di Ngrowo Bening Edupark, Jumat (22/10). Kegiatan itu diikuti perwakilan lansia dari seluruh kelurahan di Kota Pendekar. Sebelum mengikuti senam, mereka di rapid test antigen dan juga cek kesehatan mencakup tensi dan kadar gula darah.

Kesempatan itu dijadikan Wali Kota Madiun Maidi untuk memberikan informasi terkini seputar perkembangan Kota Pendekar. Mulai dari perkembangan covid-19 di kota, hingga pembangunan kota. Dalam sambutannya wali kota mengatakan saat ini keadaan kota sudah membaik. Bahkan orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengatakan bahwa harusnya saat ini Kota Madiun berada di level 1 PPKM.

“Harusnya kita sudah level satu. Lansia yang sudah vaksin, masuk ke aplikasi baru 59 persen sekian harusnya 60 persen. Tapi harusnya lebih dari itu. Cuma aplikasi pusat belum memasukan karena antri,” terangnya.

Tak hanya itu, wali kota juga berpesan kepada lansia agar terus menggiatkan kegiatan senam dan jalan pagi untuk menjaga kondisi fisik tubuh agar tetap prima. Meskipun aktivitas di luar rumah sudah diizinkan, namun wali kota berpesan agar protokol kesehatan tetap harus disiplin diterapkan. Utamanya menggunakan masker dan menjauhi kerumunan.

“Virus masih ada. Bahayanya kalau virus masuk sini nanti susah lagi. Semua aktivitas dibatasi. Oleh karena itu setiap hari Dinkes saya suruh antigen gratis untuk deteksi dini dan selalu disiplin prokes,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Maidi juga menyinggung perihal pembangunan kota yang semakin apik hingga mendapat atensi masyarakat luas. Dengan perkembangan yang baik itu, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya seperti beredarnya informasi yang kurang baik tentang Kota Pendekar.

“Itu tantangan kita bersama. Prinsipnya siapapun yanv berprestasi kita beri penghargaan dan saat ini kita sudah menerapkan good clean government,” pungkasnya.
(nanda/kus/diskominfo)