MADIUN – Program Wali Kota Menyapa Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Madiun tampil dengan format berbeda kali ini, Selasa (21/9). Program dialog bersama Wali Kota Madiun tersebut hadir berkonsep Wali Kota Mengajar. Acara kian menarik dengan dibuka penampilan Pelangi Tunjung Kusuma, pelajar Kota Pendekar juara 1 Lomba Bertutur tingkat nasional.

Penampilan Pelangi dalam giat Wali Kota Menyapa di GCIO Dinas Kominfo tersebut menjadi pembuka yang manis. Dia membawakan cerita Pak Mendong yang juga mengantarkannya juara saat lomba beberapa waktu lalu. Penampilannya, juga disaksikan 70 pelajar lain yang mengikuti secara zoom. Sedang, hanya 16 pelajar yang mengikuti langsung di GCIO. Mereka yang mengikuti giat secara langsung juga dilakukan rapid antigen sebelum acara.

Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan apresiasinya kepada Pelangi usai perform. Menurutnya, apa yang dilakukan Pelangi sudah luar biasa. Dia berhasil mengalahkan perwakilan 38 provinsi di tanah air. Perwakilan provinsi tersebut tentu saja telah mengalahkan perwakilan daerah masing-masing. Seperti Pelangi yang sebelumnya juga menjadi yang terbaik di tingkat provinsi sebelum ke nasional itu.

‘’Pelajar Kota Madiun itu hebat-hebat. Siapa yang mau belajar keras dan terus berdoa, tentu akan berhasil. Seperti Pelangi, yang berupaya keras dari awal hingga akhirnya juara nasional,’’ ungkap wali kota.

Giat Wali Kota Mengajar langsung mengalir setelahnya. Maklum, giat serupa pernah mengemuka sebelumnya. Pun, wali kota merupakan tenaga pendidik sebelumnya. Setidaknya, wali kota pernah menjadi guru sekitar 15 tahun. Karenanya, mengajar dihadapan para siswa menjadi semacam nostalgia baginya. Wali kota langsung tancap gas layaknya guru saat memberi materi. Mengusung tema PTM dan kenormalan baru, wali kota ingin anak-anak semakin waspada dengan dimulainya kembali PTM secara terbatas.

‘’Covid-19 masih ada di lingkungan kita. Apa itu protokol kesehatan wajib selalu dipahami. Jangan sembrono,’’ tegas wali kota.

Tanya jawab dengan pelajar SD dan SMP pun mengemuka. Baik yang mengikuti secara langsung maupun daring. Mulai soal Covid-19, pembangunan ruang kelas, dan lain sebagainya. Wali kota menanggapi satu persatu pertanyaan pelajar tersebut. Terakhir, wali kota ingin anak-anak tetap semangat belajar biar bagaimanapun kondisinya. Entah itu secara daring maupun tatap muka.

‘’Belajar bukan karena disuruh bapak-ibu di rumah. Belajar bukan karena ada pekerjaan rumah. Tetapi belajar harus menjadi kebutuhan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)