MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mendukung penuh Program One Pesantren One Product (OPOP) yang digadang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan program tersebut harus segera berjalan. Pasalnya, program bakal memberikan banyak manfaat. Baik bagi para santri maupun pemerintah daerah pada umumnya.

‘’Ini program yang luar biasa ya. Disamping menghasilkan produk kebutuhan kota, melalui program ini skill santri semakin lengkap,’’ kata wali kota usai Kopilaborasi Sambang Pesantren di Ponpes Al-Mujaddadiyah Kelurahan Demangan, Kamis (16/9).

Karenanya, para santri tidak perlu khawatir usai lepas dari pondok kelak. Sebab, mereka bisa berdaya secara mandiri. Bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi yang lain. Dengan ilmu entrepreneur yang dimiliki, wali kota optimis para santri mampu menciptakan produk yang kompetitif. Apalagi, mereka diuntungkan dari segi wilayah.

‘’Harga jual buah-buahan dari luar kota tentu mahal karena ada beban biasa pendistribusian. Sedang, mereka ini kan berproduksi di sini. Artinya, cost rendah. Harga jualnya juga bisa lebih murah. Tentu akan sangat bisa bersaing,’’ jelasnya.

Beragam dukungan pun diberikan pemerintah. Wali kota menyebut akan melakukan kajian-kajian tentang apa yang dibutuhkan Kota Madiun. Kebutuhan itu akan dikoordinasikan dengan pondok pesantren untuk menentukan produk apa yang sekiranya tepat dan menjual. Selain itu, beragam pelatihan juga akan diberikan untuk menambah skill para santri dalam mewujudkan satu pesantren satu produk tersebut. Wali Kota Maidi juga menyiapkan skema pemasaran. Salah satunya, dengan menyediakan tempat-tempat berjualan yang strategis untuk produk para santri tersebut.

‘’Pemerintah harus hadir melengkapi apa yang sekiranya belum maksimal. Toh ini untuk anak bangsa. Pembangunan harus bermanfaat untuk anak bangsa,’’ pungkasnya.

Dalam giat Kopilaborasi Sambang Pesantren tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Jatim dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujaddadiyah dalam dialog terkait program OPOP tersebut. (dhevit/agi/diskominfo)