MADIUN – Eksistensi Dharma Wanita Persatuan (DWP) harus diperkuat agar memiliki peran yang signifikan dalam upaya menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Sebagai wadah istri para Aparatur Sipil Negara (ASN), DWP diproyeksikan sebagai organisasi yang mampu mendukung pelaksanaan tugas para suami untuk meningkatkan kinerja. Lebih dari itu, mereka juga sering melaksanakan aksi sosial dengan menyambangi kelompok masyarakat yang kadang dipandang sebelah mata.

Hal itulah yang disampaikan oleh Wali Kota Madiun Maidi saat memberikan arahan di acara pertemuan rutin DWP, Kamis (16/9). Dalam kesempatan itu pula Wali Kota Maidi mengatakan bahwa peran DWP bisa menjadi penyambung lidah keluhan-keluhan masyarakat sekaligus juru bicara informal pemerintah.

Utamanya menjadi penyambung lidah informasi terkait kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi. “Mohon untuk ibu-ibu kita mau menuju level 1. Kalau kita semakin disiplin angka kematian dan positif Covid-19 turun kita bisa menuju kesana,” terang wali kota.

Orang nomor satu di Kota Madiun itu berharap, para anggota mampu menyalurkan informasi tersebut kepada masyarakat. Senanda dengan pernyataan di atas, Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi sebagai penasehat dalam sambutannya, mengajak para anggota DWP untuk senantiasa menjalankan dan mengkampanyekan program pemerintah. Terutama, dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun harus senantiasa kita jalankan,” ungkapnya.

Sebagai perempuan dan juga ibu, serta istri, lanjutnya, dituntut harus mampu mandiri agar dapat terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga di masa pandemi covid-19 dan dengan tatanan normal baru.
(Nanda/kus/diskominfo)