MADIUN – Giat Cangkrukan bareng Wali Kota Madiun mulai bergulir. Giat kali pertama di Kelurahan Pandean, Jumat (10/9) malam. Bukan hanya ajang serap aspirasi warga, Cangkrukan bareng wali kota tersebut sekaligus ajang tracing Covid-19 di masyarakat.

‘’Jadi giat malam ini ada tiga fungsi. Kita ambil sampel 60 orang untuk dilakukan tracing. Kalau ada yang sakit, biar langsung ditemukan dan diberikan penanganan. Yang sehat, ayo kita cangkrukan,’’ kata Wali Kota Maidi.

Nyatanya, dari 51 warga yang datang tak satupun yang positif antigen. Pemerintah Kota Madiun memang tengah menggalakkan tracing kepada masyarakat. Wali Kota Maidi setidaknya menargetkan tracing 1.400 warga perharinya. Pemkot memang bekerja sama dengan 14 laboratorium swasta dalam tracing tersebut.

‘’Ini kan kita undang tokoh masyarakat, termasuk Ketua RW yang kebanyakan sudah lansia. Setelah kita rapid antigen, lansia-lansia ini nyatanya sehat-sehat semua,’’ ujarnya.

Setelah tracing rampung, giat berlanjut dengan ngobrol bareng. Berbagai aspirasi mengemuka. Seperti soal, penambahan atap untuk tempat pembuangan sementara, penambahan lapak untuk berjualan pelaku UMKM, masalah usaha indekos, hingga perbaikan trotoar. Sejumlah solusi pun langsung diberikan wali kota. Apalagi, giat juga dihadiri Kepala OPD. Usulan langsung mendapatkan penanganan.

‘’Saya memang senang keliling ke masyarakat untuk belanja masalah. Apa yang dibutuhkan masyarakat dan itu vital, pemerintah harus hadir di situ. Tetapi dalam masa pandemi seperti ini, masyarakat harus sehat dulu. Karenanya, dalam kegiatan prokes tidak boleh ditinggalkan. Termasuk sebelum kegiatan, kita rapid di tempat semuanya,’’ tegas wali kota sembari menyebut vaksinasi di Kota Madiun sudah tercapai 74 persen. (ws hendro/agi/diskominfo)