MADIUN – Persiapan terus dimatangkan menjelang penilaian lapang program smart city Kota Madiun pertengahan bulan ini. Rakor persiapan kembali digelar tim smart city Kota Pendekar, Jumat (4/6). Rakor kian serius dengan dipimpin Wali Kota Madiun Maidi dari GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun. Sedang, anggota tim mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing. Rakor kali ini juga menghadirkan Prof Marsudi Wahyu Kusworo selaku pendamping smart city Kota Madiun.

Wali Kota Maidi berharap tim smart city Kota Madiun serius dalam mempersiapkan penilaian lapang yang dijadwalkan 9-10 Juni mendatang. Apalagi, penilaian rencananya secara virtual. Wali kota tak ingin penilaian secara virtual itu menjadi kendala tersendiri. Artinya, data dan materi yang disajikan harus lengkap dan detail. Sebab, tim penilai hanya melihat dari layar monitor.

‘’Tidak ada tawar-menawar lagi. Saya minta semuanya saja untuk serius dalam mempersiapkan ini,’’ kata wali kota.

Kota Madiun sejatinya sudah memilih sejumlah program unggulan dari masing-masing aspek smart city. Yakni, klikwa.net untuk smart government, Pahlawan Street Center (PSC) untuk smart branding, web galeri produk unggulan UMKM untuk smart economy, kampung tematik Kelurahan Madiun Lor untuk smart living, pengadaan laptop dan outdoor learning untuk smart society, dan kampung iklim Kelurahan Rejomulyo untuk smart environtment. Di luar itu masih banyak program lain yang sejalan dengan sejumlah aspek smart city tersebut.

‘’Ini merupakan bukti keseriusan Kota Madiun menjadi 100 pilot project program smart city pemerintah pusat. Semua OPD terkait harus maksimal dan sungguh-sungguh,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, Kota Madiun merupakan satu dari 100 daerah pilot project smart city di tanah air. Evaluasi terus dilakukan pemerintah pusat terkait konsep smart city yang diusung masing-masing daerah. Termasuk penilaian lapang yang rencananya dilaksanakan Juni ini. (nanda/agi/diskominfo)