MADIUN – Kebersihan bukan hanya membawa kesehatan. Tetapi juga menghasilkan keindahan. Karenanya, Wali Kota Madiun Maidi menghendaki Kota Pendekar untuk senantiasa bersih. Tidak hanya di tengah kota. Namun, juga di daerah pinggiran.

‘’Kebersihan itu mulai dari atas sampai bawah. Karenanya, jangan hanya di tengah kota. Yang tepi (kota) juga harus bersih,’’ kata Wali Kota Maidi usai Apel Kerja Bakti Dalam Rangka Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di wilayah Kecamatan Taman, Jumat (4/6).

Kerja bakti tidak hanya di kawasan kecamatan. Namun, juga di sejumlah kelurahan. Kegiatan juga akan semakin dirutinkan. Itu juga berlaku di kecamatan dan kelurahan lain. Wali kota menyebut kebersihan penting selalu dikedepankan. Kebersihan, kata wali kota, secara tidak langsung berpengaruh pada perekonomian. Wali kota mencontohkan hadirnya sejumlah investor ke Kota Madiun dan menjadikan kebersihan sebagai salah satu indikatornya.

‘’Kemarin ada investor dari luar negeri yang beberapa kali menanyakan tentang kebersihan di kota ini. Kalau kemudian dinilai kota ini tidak bersih, investor bisa saja batal. Padahal hadirnya investor menjadi salah satu langkah peningkatan perekonomian,’’ jelasnya.

Wali kota berharap kebersihan bukan sekedar slogan. Tetapi menjadi budaya yang tanpa diawasipun tetap dilakukan. Artinya, wali kota tak ingin kebersihan hanya digiatkan saat adanya pimpinan atau menyambut event tertentu. Kebersihan harus dilakukan setiap hari. Wali Kota menyebut akan selalu melakukan evaluasi hingga di tingkat kelurahan. Hal itu penting agar kelurahan berlomba mewujudkan wilayah yang bersih dan sehat.

‘’Kelurahan akan kita cek semua. Kita evaluasi, kira-kira kurang apa, kenapa tidak bisa bersih seperti kelurahan lain. Kalau ini sudah menjadi kesadaran, kebersihan ini akan selalu diterapkan tanpa disuruh,’’ pungkasnya. (lucky/agi/diskominfo)