MADIUN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun telah berusia 17 tahun. Beragam kegiatan pun dilaksanakan untuk memperingati momen bersejarah tersebut. Salah satunya, silaturahmi bersama para penggagas RS yang berada di wilayah Kelurahan Sogaten itu pada Kamis (3/6).

Pada kegiatan yang terlaksana di Taman Ngrowo Bening itu tampak hadir Wali Kota Madiun terdahulu. Yakni, Achmad Ali dan Kokok Raya. Juga, para pejabat yang pernah memegang jabatan direktur rumah sakit plat merah itu sejak awal berdiri hingga masa kini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan bahwa kedatangan para tokoh yang terlibat dalam pembangunan RSUD Sogaten ini adalah upaya Pemkot Madiun untuk memberikan penghargaan dan apresiasi. “Atas gagasan-gagasan beliau, RSUD Kota Madiun bisa berdiri,” ungkapnya.

Selama 17 tahun berdiri, RSUD Kota Madiun telah mengalami berbagai perubahan dan kemajuan. Termasuk dalam hal pelayanannya. Saat ini fasilitas yang disediakan semakin canggih dan lengkap. Sehingga, menjadi salah satu RS jujukan warga Kota Madiun dan sekitarnya. Bahkan, saat ini juga menjadi RS rujukan penanganan Covid-19.

Atas kedatangan para penggagas dan seluruh direktur RSUD Kota Madiun ini wali kota juga berharap adanya masukan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan ke depan. Sehingga, RSUD Kota Madiun bisa menjadi pusat layanan kesehatan yang lebih sempurna.

“Ke depannya, fasilitas akan kami cukupi agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Plt Direktur RSUD Kota Madiun dr. Agus Nurwahyudi. Sejumlah layanan sudah cukup canggih dan sesuai standar RS. Di antaranya, laboratorium, USG, nanografi, dan CT Scan sudah tersedia di RS tersebut.

Meski begitu, ke depannya masih ada beberapa standar layanan yang akan dilengkapi dan ditambah agar menjadi RS yang sempurna.

“Seperti ruang NICU dan ICU Anak saat ini belum ada. Saat ini fokus kami menambah rehab gedung VIP dan penambahan gedung laundry,” tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)