MADIUN – Kota Madiun resmi memiliki City Branding baru. City Branding berupa logo Madiun Kota Pendekar itu di-launching pada, Jumat (30/4) kemarin. Wali Kota Madiun Maidi menyebut pembuatan City Branding sudah melewati berbagai kajian dengan melibatkan pegiat seni paguyuban pencak silat kota dan provinsi hingga Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) Kota Madiun.
‘’Itu sudah melalui kajian dari tim di Dinas Bupdarpora berkonsultasi dengan paguyuban pencak silat dan IPSI. Mereka sudah sepakat, jadi itu tidak asal-asalan,’’ kata wali kota, Minggu (2/5).
City Branding tersebut menggambarkan seorang pendekar dengan gerakan interval jurus lima IPSI yang menjadi pelopor perubahan seni pencak silat di Kota Madiun. Selain itu, pencak silat Kota Madiun diharapkan akan lebih terkenal di berbagai negara dan menjadi contoh pendekar yang santun, amanah, rendah hati, dan saling menghormati sesama perguruan untuk menghadirkan Kota Madiun yang aman dan tentram. Desain, bentuk, warna, dan fisosofi tersebut sudah atas masukan dari para ahli pegiat seni pencak silat dari paguyuban pencak silat.
Wali kota tak membantah keberadaan logo tersebut sempat ramai di media sosial. Namun, menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, mereka yang berkomentar dimungkinkan belum memahami proses dan alur sampai logo tersebut disepakati. Komentar juga menunjukkan kekritisan dan keberagamaan masyarakat Kota Madiun. Pun, semua masukan bakal ditampung untuk dilakukan pembahasan dalam sarasehan budaya Mei ini.
‘’Silahkan berkomentar tidak masalah. Itu menunjukkan masyarakat Kota Madiun peduli. Yang punya konsep silahkan diusulkan ke Pemerintah Kota Madiun melalui dinas terkait. Konsep usulan itu nanti akan dibahas bersama dalam sarasehan budaya,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo menyebut sarasehan budaya akan digelar Mei ini. Karenanya, masyarakat yang memiliki konsep matang logo City Branding dipersilahkan mengusulkan untuk dilakukan pembahasan bersama.
‘’City Branding ini juga melibatkan pegiat seni pencak silat Jawa Timur. Tetapi kalau memang masyarakat memiliki konsep tentu akan kita wadahi melalui sarasehan budaya Mei ini,’’ ujarnya. (dhevit/agi/diskominfo)