MADIUN – Memasuki sepuluh terakhir Puasa Ramadan tahun ini, giat Safari Salat Tarawih Wali Kota Madiun Maidi semakin digencarkan. Salat Tarawih rangkaian Safari Ramadan Wali Kota Madiun sampai di Masjid An Nuur Kelurahan Klegen, Sabtu (2/5). Tak hanya beribadah, bersilaturahmi dengan jamaah, dan menyalurkan bantuan. Wali Kota Maidi juga meninjau rencana pembangunan di Ruang Terbuka Publik (RTP) tak jauh dari lokasi.
Seperti gelaran sebelumnya, ramah tamah bersama wali kota diawali dengan imbauan penerapan protokol kesehatan. Maklum, kegiatan Safari Salat Tarawih memang bertujuan untuk memastikan penerapan prokes. Seperti diketahui, kegiatan ibadah memang diperbolehkan dalam masa pandemi sekarang ini. Namun, dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan. Wali Kota Maidi sengaja menggelar Safari Ramadan dari satu masjid ke masjid lain guna memastikan prokes berjalan baik di masyarakat.
‘’Covid-19 itu ada dan berbahaya. Penularan masih terjadi sampai saat ini. Kegiatan ibadah seperti ini memang saya perbolehkan. Tetapi protokol kesehatan jangan ditinggalkan,’’ kata wali kota.
Wali kota menambahkan satu terkena Covid-19 menyusahkan banyak orang. Mulai keluarga, perawat, petugas penyemprot desinfektan, hingga petugas pemulasaran jenazah jika yang bersangkutan meninggal. Wali kota menyebut petugas pemulasaran jenazah sampai kewalahan di Kota Madiun. Jumlah yang meninggal dengan prosedur Covid-19 tak sebanding dengan petugasnya. Sedang, petugas ini harus siap 24 jam. Bahkan, ada pemakamam yang dilakukan hingga dini hari.
‘’Kalau tidak ada petugas-petugas ini bisa repot. Kalau sudah mendengar ada kaitannya dengan Covid-19, masyarakat sudah tidak mau mengurusi. Bayangkan itu bagaimana repotnya,’’ jelas wali kota.
Wali kota juga berpesan untuk tidak mudah percaya pada berita bohong alias hoax. Setiap informasi yang sekiranya meragukan wajib lebih dulu ditanyakan pada sumber yang tepat. Artinya, jika berkaitan dengan Pemerintah Kota Madiun yang harusnya ditanyakan ke instansi pemerintah. Hal itu penting agar tidak termakan berita hoax yang meresahkan tersebut.
‘’Sekarang ini apa-apa diunggah di medos padahal belum tentu kebenarannya. Kalau ada yang seperti itu tolong ditanyakan dulu kepada yang lebih memahami,’’ pintanya.
Tak seperti biasanya, Wali Kota Maidi menyempatkan untuk meninjau salah satu RTP tak jauh dari lokasi. Di tempat itu wali kota juga mendengarkan masukan masyarakat terkait fasilitas RTP. Sementara itu, wali kota memiliki konsep untuk mengkoneksikan RTP tersebut dengan Lapak UMKM Kelurahan Klegen di daerah Semendung dengan menelusuri areal persawahan. (nanda/agi/diskominfo)