MADIUN – Gelaran Salat Isya’ berjamaah bersama Wali Kota Madiun Maidi sampai di Masjid Al Islah Perum Griya Kencana Kelurahan Banjarejo, Senin (5/4). Seperti gelaran sebelumnya, kegiatan tak hanya sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, juga ajang silaturahmi, serap aspirasi, hingga sosialisasi program kerja.
‘’Covid-19 kita rem tetapi pembangunan juga jalan. Ada sekitar 200 titik pembangunan di tahun ini,’’ kata wali kota.
Wali kota menyebut terdapat 47 pembangunan saluran lingkungan tahun ini. Mulai nominal Rp 200 juta hingga Rp 3 miliar. Perbaikan saluran memang menjadi salah satu prioritas pembangunan sebagai penanganan banjir. Wali kota menambahkan nyaris tidak ada laporan terkait banjir pada musim penghujan kali ini. Padahal, pembangunan saluran baru berjalan sekitar 30 persen.
‘’Jalan Pahlawan yang dulu sering ada genangan satu lutut saat ini sudah tidak ada lagi. Gorong-gorong sudah kita lebarkan menjadi tiga meter dengan tinggi dua meter. Sengaja kita lebarkan untuk menampung air sebelum dinaikkan ke bengawan,’’ jelasnya.
Satu pembangunan, lanjut wali kota, memang dikonsep multi manfaat. Seperti hanya pembangunan saluran. Saluran tidak hanya sebagai penampung air. Tetapi juga sebagai jalur instalasi kabel atau ducting. Jalur kabel bawah tanah ini sekaligus untuk fungsi kerapian dan keindahan. Di atasnya, bisa digunakan masyarakat untuk jalan-jalan atau berolahraga. Karenanya, bagian atas saluran juga dibuat semenarik mungkin.
‘’Karena kita di negara tropis, maka ditambah payung untuk peneduh. Yang capek jalan, kita tambah kursi. Sehingga trotoar ini tidak hanya indah tapi juga nyaman,’’ terangnya.
Pepohonan ditambahkan untuk memberikan suplai oksigen bagi masyarakat yang berolahraga. Agar indah, pohon juga harus berbunga. Bunga tersebut, kata wali kota, juga memberikan manfaat lain. Salah satunya, sebagai makanan alami lebah madu. Karenanya, budidaya lebah madu tengah digencarkan saat ini. Pun, sudah mulai menghasilkan di sejumlah tempat.
‘’Inilah dari satu pembangunan tetapi memberikan banyak manfaat sekaligus. Saya ingin semua pembangunan tidak hanya untuk satu manfaat. Tetapi juga memberikan manfaat yang lain,’’ harapnya.
Terakhir, wali kota tak lupa mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. Disiplin protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan untuk memutus rantai penularan.
‘’Covid-19 itu ada dan berbahaya. Jangan dianggap remeh. Hanya dengan kita berdisiplin protokol kesehatan, Covid-19 ini dapat dikendalikan,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)