MADIUN – Ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjadi fokus perhatian pemerintah menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional. Tak terkecuali, dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Untuk itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun menggelar rapat koordinasi. Yakni, untuk menjaga kestabilan stok dan harga bahan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Rapat koordinasi berlangsung di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Selasa (6/4). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi, Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri Sofwan Kurnia, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri, Sekda Rusdiyanto, Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny, serta kepala OPD dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maidi memaparkan sejumlah program strategis yang telah dilakukan Pemkot Madiun untuk menjaga kestabilan stok bahan kebutuhan pokok. Khususnya, komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat beberapa faktor. Salah satunya, seperti cabai rawit.
‘’Pemkot Madiun telah berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan tidur di wilayah kota. Salah satunya, seperti di kebun PDAM. Kami tanami komoditas penting bagi warga Kota Madiun seperti bawang merah dan cabai. Saat ini sudah bisa dipanen,’’ ujarnya.
Tak hanya itu, koordinasi dengan daerah sekitar sebagai penghasil komoditas utama juga telah dilakukan. Harapannya, upaya ini mampu menjaga stok bahan kebutuhan pokok di Kota Madiun tetap aman. Serta, tidak mengalami lonjakan harga.
Lebih lanjut, wali kota mengimbau kepada TIPD untuk melakukan pemantauan harga pasar menjelang Bulan Ramadhan. Serta, mengumpulkan permasalahan yang dihadapi oleh pedagang. Sehingga, dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan masalah yang lebih besar. (Luki/irs/diskominfo)