MADIUN – Wali Kota Madiun Maidi mengikuti forum komunikasi pemangku kepentingan utama dan kemitraan BPJS Kesehatan semester 1 tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Selasa (6/4).
Forum kemitraan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto, Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Madiun Henri Army Iriawan, serta OPD terkait di lingkup Pemkot Madiun.
Dalam sambutannya, wali kota menuturkan bahwa jaminan kesehatan bagi masyarakat merupakan salah satu fokus perhatian Pemkot Madiun. Maka, tak heran jika capaian data kepesertaan warga Kota Madiun dalam BPJS Kesehatan per Maret 2021 telah mencapai 96,90 persen.
‘’Melalui program UHC (Universal Health Coverage, red) ini Kota Madiun menjamin kesehatan masyarakat. Pemkot yang bayarkan jaminan kesehatannya, tapi BPJS Kesehatan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,’’ tuturnya.
Pada kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyampaikan sistem antrian online yang baru diluncurkan. Melalui fasilitas ini diharapkan warga yang membutuhkan jadwal tindakan medis hingga informasi tempat duduk rawat inap bisa terlayani dengan lebih mudah dan cepat.
Wali kota pun menuturkan, pengembangan inovasi dalam pelayanan kesehatan memang perlu dilakukan. Namun, orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga berharap masyarakat selalu sehat. Sehingga, angka harapan hidup di Kota Madiun semakin meningkat.
‘’Inovasi-inovasi yang sifatnya meningkatkan kemudahan bagi masyarakat saya dukung. Tapi ini juga harus diimbangi dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Rumah sakit kosong tidak apa-apa, tapi warga sehat,’’ tandasnya. (Nanda/irs/diskominfo)