MADIUN –  Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro jilid 3, Jumat (19/3). Kegiatan ini dilakukan bersama dengan 38 kabupaten/kota di wilayah Jatim. Termasuk, Kota Madiun.
Wali Kota Madiun Maidi tampak hadir dalam rapat PPKM yang digelar secara virtual itu. Orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga didampingi oleh Sekda Kota Madiun Rusdiyanto dan perwakilan forkopimda setempat.
Dalam rapat tersebut, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim memantau perkembangan Virus Corona di setiap daerah. Hasil dari rapat ini akan menjadi bahan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro jilid 3.
Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan bahwa pada PPKM Mikro jilid 3 telah terjadi perkembangan yang cukup signifikan di wilayah Jatim. Bahkan, saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah.
‘’Saat ini sebagian kabupaten/kota masuk dalam zona oranye dan sebagian lagi sudah zona kuning. Dengan penanganan yang semakin baik, diharapkan seluruh wilayah di Jatim bisa masuk zona hijau,’’ tuturnya.
Berdasarkan data situasi Covid-19 di Jatim, tingkat kesembuhan pasien yang dinyatakan positif terkontaminasi virus tersebut mencapai 91,34 persen. Sementara itu, pasien yang masih menjalani perawatan ada 1,61 persen dan yang meninggal dunia mencapai 7,05 persen.
Tak hanya itu, capaian vaksinasi di Jatim merupakan yang tertinggi secara nasional. Untuk itu, Joni berharap capaian ini dapat semakin meningkatkan semangat kabupaten/kota untuk terus berupaya menangani pandemi Covid-19 dengan lebih baik.
‘’Salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan PPKM Mikro ini adalah dukungan masyarakat melalui Kampung Tangguh. Maka, saya harap kabupaten/kota terus memperkuat program ini sebagai upaya pencegahan penularan Virus Corona yang lebih masif lagi,’’ tandasnya. (Nanda/irs/diskominfo)