MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) akhirnya tuntas. Musrenbangkel 27 kelurahan telah beres. Terakhir, Wali Kota Madiun Maidi menghadiri Musrenbangkel di Kelurahan Kuncen, Selasa (19/1). Seperti di kelurahan lain, berbagai usulan juga mengemuka di sana. Di antaranya, usulan pembangunan menara masjid, saluran, penerangan jalan umum, hingga pelatihan dan bantuan bibit bunga.
Wali Kota Maidi menyebut Kelurahan Kuncen memiliki potensi wisata religi yang besar. Karenanya, beberapa program tak jauh dari bidang keagamaan tersebut. Harapannya, potensi wisata religi di sana makin maksimal.
‘’Tolong itu dimasukkan. Kalau bisa menaranya dibuat sekalian yang bagus. Bisa lihat di masjid-masjid kuno daerah lain,’’ kata wali kota.
Wali kota juga menyampaikan sejumlah rencana konsep pembangunan ekonomi ke depan. Salah satunya terkait budidaya lebah madu. Hal itu sejalan dengan program Kota Sejuta Bunga. Wali kota sengaja memanfaatkan lahan di Ngrowo untuk kebun bunga. Saat ini mulai penanaman. Luasnya sekitar dua hektar. Kebun bisa sebagai tempat berswafoto. Juga fungsi keindahan. Namun, dibaliknya juga menghasilkan melalui budidaya lebah madu tersebut.
‘’Di sana (Ngrowo) juga saya sediakan tempat untuk pelatihan. Yang mau belajar silahkan ke sana,’’ ajaknya.
Gayung bersambut, salah seorang warga langsung tertarik. Warga tersebut mengusulkan bantuan bibit bunga untuk di tanam di wilayah Kelurahan Kuncen. Kebetulan terdapat lahan kosong. Wali kota langsung menginstruksikan OPD terkait untuk menyiapkan bibit bunganya. Bahkan, kotak rumah lebah juga akan diberikan setelah bunga telah bermekaran.
‘’Kota kita memang kecil. Tidak punya banyak lahan. Tetapi bukan berarti kita tidak menghasilkan. Ke depan, kita bisa menjadi salah satu daerah penghasil madu,’’ jelas wali kota.
Wali kota juga tak lupa mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan. Sebab, kasus Covid-19 sedang meningkat. Begitu juga dengan kasus kematian karena Covid-19. Karenanya, wali kota berharap masyarakat waspada dan mematuhi aturan. Bukan sebaliknya.
‘’Kalau masyarakat tidak taat dan kasus terus meningkat. Tidak menutup kemungkinan PPKM ini akan diperpanjang,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)