MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrembangkel) terus berlanjut. Musyawarah guna menyerap aspirasi masyarakat itu sampai di Kelurahan Pandean, Minggu (17/1). Berbagai usulan juga mengemuka di kelurahan tersebut. Baik usulan pembangunan fisik maupun kegiatan non fisik.
Usulan fisik di antaranya, sepuluh titik normalisasi saluran, delapan belas rumah tidak layak huni, pembangunan trotoar, pemasangan plat beton penutup saluran, tujuh tiang penerangan jalan umum, pemasangan speed bump, kaca tikungan dan lampu peringatan, pembangunan atap tempat pembuangan sampah, hingga gerobak sampah.
Sedang untuk usulan kegiatan non fisik di antaranya, bantuan gizi bagi anak dan stunting, gizi lansia, bantuan pendidikan, pelatihan kursus mengemudi, memasak olahan kue, kursus jahit dan border, dan kursus salon kecantikan. Selain itu juga mengemuka usulan pelatihan kewirausahaan, bantuan kompresor, hingga seperangkat alat hadroh.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan semua warga memiliki hak yang sama dalam memberikan usulan. Orang nomor satu di Kota Madiun tersebut juga mewanti-wanti agar tidak ada usulan yang istimewa. Artinya, usulan bukan berdasar siapa yang mengusulkan. Namun, benar-benar dilihat dari skala prioritas serta kondisi riil di lapangan.
‘’Semua punya hak yang sama. Bukan karena yang mengusulkan orang kaya kemudian didahulukan. Semua usulan pembangunan fisik harus ditinjau dulu di lapangan. Dengan begitu akan ketahuan mana yang memang harus didahulukan,’’ tegasnya.
Wali kota menambahkan pembangunan wajib memiliki beragam manfaat ke depan. Wali kota mencontohkan pembangunan arena arung jeram Taman Sumber Umis. Air yang akan digunakan untuk arung jeram awalnya langsung disalurkan ke arena. Wali kota menyebut sumber air bisa dibuat lebih menarik. Akhirnya mengemuka patung Merlion tersebut.
Begitu juga dengan konsep kota sejuta lampu. Wali kota tak ingin lampu hanya memberikan fungsi penerangan. Namun, bagaimana lampu tersebut juga memberikan fungsi keindahan. Tak heran, jika sekarang banyak lampu warna-warni di sudut-sudut kota.
‘’Jadi bagaimana dari satu pembangunan itu bisa memberikan banyak manfaat. Terangnya tetap tapi juga indah. Air untuk arung jeramnya iya, tapi keluarnya air juga bisa memberikan daya tarik,’’ ungkapnya.
Terakhir, wali kota juga tak lupa mengingatkan tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan. Apalagi, Kota Madiun sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini. Masyarakat diharapkan disiplin mematuhi aturan dan anjuran pemerintah. (nanda/agi/diskominfo)