MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) di Kelurahan Patihan juga sarat usulan. Berbagai usulan mengemuka dari warga. Kendati hanya dihadiri ketua RW dan perwakilan masyarakat lain, usulan yang diberikan cukup mewakili masyarakat Kelurahan Patihan secara keseluruhan. Sebab, kegiatan sudah didahului dengan pra musrenbang yang diikuti ketua RT. 
 
Wali Kota Madiun Maidi yang hadir dalam kegiatan menyebut setiap usulan prioritas wajib dimasukkan. Bahkan, orang nomor satu di Kota Madiun itu juga meminta untuk membuka usulan prioritas tahun lalu yang belum terealisasi. Harapannya, semua usulan masyarakat tertangani secara tuntas. 
 
‘’Usulan tahun lalu coba dibuka lagi. Mana-mana yang belum dan itu prioritas tolong dicek lagi. Saya ingin semua terfasilitasi,’’ kata wali kota, Selasa (12/1).
 
Bahkan, Pemerintah Kota Madiun juga sudah bergerak untuk merealisasikan rehab jembatan patihan. Pembangunan jembatan bakal di-cover pemerintah pusat. Detail Engineering Design (DED) jembatan juga sudah jadi. Wali kota meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Jembatan bakal dibangun yang lebih kuat ke depan.
 
‘’Jembatan tidak usah diusulkan. Pemerintah pusat yang akan membangun. DED-nya juga sudah jadi,’’ imbuhnya. 
 
Dalam kesempatan itu, wali kota juga tak lupa mengingatkan warga pentingnya protokol kesehatan. Apalagi, kasus Covid-19 tengah meningkat kini. Tak hanya di Kota Madiun. Tapi memang meningkat secara nasional. Kota Madiun juga masuk dalam sebelas daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Timur. Karenanya, wali kota mengajak untuk semakin disiplin menjaga diri, keluarga, dan sesama dari Korona. 
 
‘’Korona ini ada dan berbahaya. Sudah banyak cerita tentang itu. Banyak teman-teman pejabat saya yang meninggal. Jangan diremehkan dan harus selalu waspada,’’ pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)