MADIUN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) terus berlanjut. Pada Rabu (13/1), Kelurahan Nambangan Lor menjadi pembuka rangkaian musrenbangkel yang dihadiri oleh Wali Kota Madiun Maidi, untuk hari ini. Berbagai usulan dari masyarakat setempat mengemuka, untuk rencana pembangunan tahun 2022. 
 
Usulan-usulan yang diberikan pun cukup mewakili masyarakat Kelurahan Nambangan Lor secara keseluruhan. Pasalnya, kegiatan musrenbangkel sebelumnya sudah didahului dengan kegiatan pra musrenbang yang diikuti oleh 70 Ketua RT dan 16 Ketua RW, serta segenap perwakilan LPMK, Tokoh Masyarakat, dan anggota PKK setempat. 
 
Wali Kota Maidi dalam sambutannya mengatakan, dirinya menginginkan lahirnya kelurahan mandiri di kota yang dipimpinnya. Mandiri, kata dia, berarti mampu menghidupkan potensi-potensi yang ada di wilayah sekitar. Serta, mampu secara optimal dalam memberdayakan masyarakat dan UMKM. 
 
“Kelurahan itu jadi ibu kota ketiga, jadi harus bagus. Lapak-lapak UMKM silakan diperbanyak. Kita coba jadi kelurahan mandiri. Semua pemberdayaan UMKM harus dihidupkan. Dari masyarakat untuk masyarakat. Pola-pola seperti ini harus kita terapkan,” ungkapnya. 
 
Lebih lanjut wali kota mengatakan, pembangunan baik fisik maupun non fisik yang ada di Kelurahan Nambangan Lor harus terus dikawal. Jangan hanya mengusulkan kemudian dilupakan. Lebih dari itu, wali kota ingin masyarakat secara proaktif melaporkan apa saja kekurangan dan progres yang sudah berjalan terkait pembangunan di daerahnya nanti. 
 
Tak hanya membahas mengenai perencanaan pembangunan, dalam kesempatan itu tak lupa wali kota mengingatkan kepada warga Kelurahan Nambangan Lor terkait pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, kasus Covid-19 tengah meningkat saat ini. Di samping itu, wali kota juga mengingatkan kepada masyarakat jika saat ini pemkot tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maka dari itu, orang nomor satu di Kota Madiun itu, mengajak untuk semakin disiplin menjaga diri, keluarga, dan sesama, dari penyebaran virus korona. 
(Nanda/kus/diskominfo)