MADIUN – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Dalam pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali tersebut, 19 kota/kabupaten di Jawa Timur akan turut berpartisipasi.
 
Provinsi Jawa Timur bersama Kapolda, Gubernur, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan stakeholder lainnya telah berupaya menjalankan proses Pilkada dengan menjaga sebaik-baiknya. Beragam persiapan pun dilakukan. Tak hanya secara fisik, tapi juga psikis.
 
Salah satunya seperti tampak pada pelaksanaan Khotmil Quran dan doa bersama yang dilakukan secara daring pada Kamis (19/11). Meski tak ikut berpartisipasi dalam Pilkada tahun ini, Pemkot Madiun tetap menghadiri acara yang dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu.
 
Wali Kota Madiun Maidi tampak hadir mengikuti Khotmil Quran dan doa bersama secara daring di Masjid Al-Muhlisin Polres Madiun Kota. Pada kegiatan itu tampak hadir pula Forkopimda lainnya di wilayah Kota Madiun.
 
‘’Kita sama-sama berharap Pilkada tahun ini berjalan lancar, kondusif, dan memberikan hasil yang terbaik,’’ ujar wali kota.
 
Seperti diketahui, dari 19 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Pilkada tahun ini tiga di antaranya berada di wilayah eks-Karesidenan Madiun. Yakni, Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Ngawi.
 
Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat memutuskan bahwa Pilkada tetap berlangsung tahun ini. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, kegiatan kampanye juga tidak boleh menghadirkan banyak massa. Apalagi, sampai menciptakan kerumunan.
 
‘’Mari kita turut menjaga Pilkada tahun ini bisa terlaksana secara aman, lancar, dan tetap mematuhi protokol kesehatan,’’ imbau gubernur. (WS Hendro/irs/diskominfo)