MADIUN- Wali Kota Madiun Maidi menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Reaktifasi jalur Madiun-Slahung dan Seminar hasil penelitian dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) yang digelar pada Kamis (19/11). 
 
Dalam kesempatan itu, wali kota mengatakan bahwa pemkot mendukung penuh adanya reaktifasi jalur kereta yang sudah lama tidak difungsikan tersebut. Dirinya mengatakan, keberadaan jalur kereta Madiun-Slahung akan mendukung keberadaan objek wisata buatan yang ada di Kota Pendekar. 
 
“Apabila objek wisata buatan kota jadi, didukung rel kereta api yang bisa melihat SDA di sekitar Madiun Raya ini berarti akan menarik minat banyak orang hingga internasional,” ungkapnya. 
 
Sehingga, lanjutnya, window display bagian barat Jawa Timur akan berjalan bagus. Terlebih, connecting antara 8 kabupaten di Madiun Raya berjalan, maka akan semakin hebat. Prinsipnya, pemkot 100 persen mendukung dengan adanya pembahasan ini. 
 
“Orang naik kereta pasti ke Kota Madiun dulu menuju Ponorogo. Ini akan menyempurnakan pembangunan kota,” tegasnya. 
 
Sementara itu, Direktur PPI Amirullah mengataakan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud sumbangsih instansinya dalam dunia pendidikan. Yakni, dengan seminar hasil yang digagas oleh dosen-dosennya dengan salah satu penelitian yang membahas terkait reaktifasi jalur Madiun-Slahung. 
 
“Penelitian ini tidak hanya sisi teknis namun juga sosial.  Jadi bagaimana respon masyarakat kalau rencana ini terwujud juga diteliti. Kami berharap hasil ini bisa memberikan sebagai naskah akademik bagi terwujudnya reaktifasi ini,” ujarnya. 
 
Saya pikir, lanjutnya, ada respon positif dari Dirjen Perkeretaapian Indonesia terkait pembahasan ini. Sehingga dirinya berharap, hasil penelitian yang dijabarkan bisa menjadi dasar bagaimana reaktifasi jalur kereta Madiun-Slahung bisa segera terwujud. 
(Nanda/kus/diskominfo)