MADIUN- Kesungguhan Pemerintah Kota Madiun dalam penanggulangan pandemi korona terus dioptimalkan. Teranyar, pemkot setempat akan mengalihkan 1.3 milyar dari DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun ke Dinas Kesehatan dan KB untuk kemudian dipergunakan sebagai penanganan korona.
 
Dana tersebut nantinya yang akan dialokasikan sebagai pengadaan alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, thermal gun, dan disinfektan. Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi tim remunerasi dan tim anggaran yang digelar di ruang 13 Balaikota Madiun pada Jumat (20/3). Dalam rakor yang dipimpin Sekda Kota Madiun Rusdiyanto itu, seluruh tim remunerasi dan anggaran dari OPD terkait dikumpulkan guna membahas kondisi terkini yang sedang terjadi. 
 
“Semua potensi penyakit tidak bisa kita kesampingkan. Apa yang ada lebih dulu harus kita selesaikan. Silahkan di data kebutuhan perlengkapan untuk menanggulangi covid-19,” ujar Sekda. 
 
Mengingat kondisi saat ini, kata Sekda, dirinya mendapat masukan dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk pengadaan APD dan perlengkapan untuk penanganan korona. Jika dibutuhkan penanganan cepat, sebaiknya menggunakan dana yang sudah di plot atau dari dana tidak terduga, BLUD atau dana DBHCHT. 
 
Lebih lanjut dirinya mengatakan, program-program dan kegiatan yang sudah dianggarkan di tahun 2020, kata Sekda, untuk segera dilaksanakan. Beberapa waktu lalu, lanjutnya, dana DBHCHT yang sudah dialokasikan pada masing-masing OPD pengelola DBHCHT sudah klir dan seyogyanya dapat untuk segera diserap.
 
“Kalau tidak, bisa dialihkan untuk pengadaan perlengkapan penangakan covid-19 yang memang segera dibutuhkan ini. OPD mana yang mendapatkan ploting DBHCHT dan bersedia untuk mengalokasikan ke pengadaan peralatan penanganan korona untuk segera berkoordinasi dengan Dinkes, ujarnya. 
 
Sekda Rusdiyanto berharap, dalam rangka penanganan kondisi saat ini, agar organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk segera mendata keperluan yang dibutuhankan selama dalam masa tanggap darurat ini untuk kemudian kebutuhan-kebutuhan tersebut agar bisa tercukupi. 
(luki/kus/diskominfo)