MADIUN – Dalam rangka meningkatkan sinergi dan menyamakan visi misi bersama Pemerintah Kota Madiun, organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun menyelenggarakan rapat dengan Walikota Madiun Maidi.
 
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang 13 Balaikota Madiun, Jumat (28/2). Adapun tujuan rapat adalah untuk membahas anggaran markas dan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI tahun 2020.
 
Dalam kegiatan tersebut, berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan PMI pun mengemuka. Begitu pula kendala-kendala yang mereka hadapi selama ini.
 
Salah satu kendala yakni terkait kondisi ambulans yang sudah tidak mumpuni karena usianya cukup tua. Selain itu juga relawan yang jumlahnya terbatas.
 
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Madiun berupaya mencari solusi. Melalui rapat ini diharapkan berbagai permasalahan tersebut dapat teratasi. Sehingga, kinerja PMI bisa lebih maksimal.
 
Pada kesempatan itu, walikota juga mengimbau PMI agar meningkatkan koordinasi dengan call center 112 yang selama ini sudah berjalan. Dengan demikian, kegawatdaruratan yang ditangani oleh PMI bisa terekam dalam data 112.
 
‘’Dengan koordinasi yang baik, segala permasalahan dapat teratasi. Pekerjaan juga dapat berjalan dengan lancar,’’ ujar walikota. (Luki/irs/diskominfo)