MADIUN – Pembenahan terus dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Khususnya, wilayah sungai. Setelah sungai di Sumber Umis Jumat lalu, pembersihan bergeser ke Sungai Maling Kelurahan Klegen, Jumat (28/2). Bahkan, pembersihan juga melibatkan TNI-Polri. Tak heran, pembersihan sungai yang direncanakan jadi salah satu kampung tematik itu semakin efektif. 
 
‘’Kota kita sedang membuat kampung tematik. Salah satunya, di sini. Karena di sini ada sungainya, mungkin nanti bisa tematik sungai,’’ kata Walikota Madiun Maidi usai memantau jalannya kerja bakti. 
 
Tak heran, sungai dibersihkan total. Apalagi, kawasan pinggir sungai juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Walikota menyebut kawasan wajib jadi kampung tematik yang produktif. Ke depan, hasil KRPL bisa dipasarkan langsung. Salah satunya, dengan memunculkan pasar krempeng tiap dua minggu sekali. Harapannya, kampung semakin ramai. 
 
‘’Jadi tidak sekedar bersih dan indah. Tapi bagaimana itu juga bermanfaat secara ekonomi,’’ harapnya. 
 
Walikota menambahkan setiap potensi di kelurahan akan ditonjolkan. Tak heran, jika akan muncul kampung-kampung tematik lain. Saat ini, setidaknya sudah ada dua kampung tematik. Yakni, di Kampung Pesona di Kelurahan Madiun Lor dan Kampung KB di sebelah 501. Kampung tematik muncul dari masyarakat secara mandiri. Kendati begitu, bukan tanpa peran pemerintah. Pemkot memberikan anggaran Rp 250 juta sebagai stimulus. 
 
‘’Yang di Madiun Lor sudah kita anggarkan tahun ini. Yang di Klegen ini kita rencanakan tahun ini untuk direalisasikan tahun depan,’’ jelasnya. 
 
Walikota berharap tiap kelurahan menggali potensi masing-masing. Sebab, kampung tematik juga akan dilombakan ke depan. Hadiahnya bukan uang. Namun, mempekerjakan warga setempat sebagai pegawai pemerintah yang khusus menjaga kampung tersebut. Selain itu, walikota juga menginstruksikan lurah untuk mempercantik tempat makam di masing-masing kelurahan dengan memperbanyak tanaman bunga. 
 
‘’Makam harus bersih, terang, dan warna-warni bunga. Yang paling bagus akan kita berikan reward. Sama dengan kampung tematik, ada warga sekitar yang dipekerjakan pemkot untuk jadi penjaga makam,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)