MADIUN – Kegiatan keagamaan terus digencarkan Pemerintah Kota Madiun. Salat Isya dan pembacaan Surat Yasin di Rumah Dinas Walikota kembali digelar, Jumat (28/2). Tidak hanya semakin mendekatkan dengan Tuhan, kegiatan juga sarana mengharap Ridho dan perlindungan. Hal itu dirasa penting mengingat kondisi dunia saat ini.
 
“Seperti kita ketahui, dunia tengah dihebohkan dengan virus korona. Ibadah harus terus digencarkan agar kita selalu mendapat perlindungan-Nya,” kata Walikota Maidi.
 
Sebagai umat muslim, lanjut walikota, harus memperbanyak doa. Apalagi, virus dari Wuhan, China tersebut sudah menyebar di 45 negara. Tanah air harus tetap terbebas dari virus tersebut. Khususnya, Kota Madiun. Walikota juga berharap masyarakat terus meng-update informasi terkait virus tersebut. Terutama hal-hal yang harus dilakukan sebagai langkah pencegahan. Pemerintah pastinya sudah melakukan berbagai langkah pencegahan. Namun, pastinya akan lebih maksimal dengan peran masyarakat. 
 
“Kita tidak mengira kondisi dunia seperti ini. Kota Madiun kecil tetapi tetap harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
 
Walikota juga berharap peran masyarakat dalam pembangunan. Seperti diketahui, Pemerintah Madiun tengah mempercepat pembangunan yang bermuara pada peningkatkan perekonomian. Salah satunya, pembangunan trotoar Jalan Pahlawan yang akan dilanjutkan sampai ke simpang empat tugu. Walikota menargetkan pembangunan selesai sebelum lebaran. Sedang, pembangunan untuk dari Balai Kota sampai stasiun ditargetkan selesai akhir tahun ini.
 
Fasilitas keagamaan juga akan terus ditambah. Salah satunya, musala berbentuk Ka’bah di kawasan Sumber Umis. Pembangunan, kata walikota, sudah dikonsultasikan dengan para pemuka agama. Pun, itu dinilai akan meningkatkan semangat beribadah. Apalagi, Pemkot Madiun berencana menambahkan tower zam-zam di depannya. 
 
“Karena musala di pusat keramaian, harus dibuat menarik. Ini sudah saya konsultasikan pada para ulama. Pola-pola pembangunan selalu saya konsultasikan dulu kepada para ahlinya,” ujarnya.
 
Kegiatan keagamaan akan terus berlanjut ke depan. Bahkan, akan kembali dari kelurahan ke kelurahan melalui kunjungan kerja walikota. Tidak hanya itu, gerakan Salat Subuh berjamaah juga akan kembali bergulir. (ws hendro/agi/diskominfo)