MADIUN – Sensus Penduduk (SP) Online 2020 dimulai. Masyarakat sudah bisa melakukan sensus secara mandiri sejak, Sabtu (15/2) kemarin hingga 31 Maret nanti. Masyarakat tidak sekedar melaksanakan sensus. Namun, data yang dimasukkan wajib benar dan tidak direkayasa. 
 
‘’Hasil dari sensus ini akan menjadi dasar dalam langkah pembangunan ke depan. Kalau data yang dimasukkan tidak benar, pengambilan keputusan dalam pembangunan juga bisa salah,’’ kata Walikota Madiun Maidi saat melakukan pengisian Sensus Penduduk secara online di ruang transit walikota, Senin (17/2).
 
Karenanya, walikota berharap masyarakat jujur dalam mengisikan data. Tidak perlu khawatir, karena BPS memastikan keamanan data yang diberikan. Walikota menegaskan data hasil sensus penting untuk pemerintah. Mantan pendidik itu mencontohkan data soal pekerjaan. Masyarakat tidak perlu malu memasukkan pekerjaan kendati hanya buruh atau pekerja informal. Sebab, data menjadi acuan dalam menyusun program terkait pelatihan hingga penyediaan lapangan kerja. 
 
‘’Dari sensus itu harapannya kita bisa tahu berapa masyarakat yang jadi pegawai, berapa yang punya usaha di bidang kuliner, berapa yang bergerak di bidang jasa, dan lain sebagainya. Kalau data itu jelas, kita bisa mengambil keputusan yang pas,’’ ungkapnya. 
 
Walikota menyebutkan pengambilan keputusan terkait program penembangan usaha akan lebih pas jika jenis usaha masyarakat tercatat pasti. Begiu juga dengan upaya penyediaan lapangan kerja. Hasil sensus, lanjutnya, bukan hanya sebagai acuhan dalam pembangunan jangka pendek. Tetapi merupakan pijakan untuk pola pembangunan ke depan. Karenanya, tidak hanya harus melakukan sensus. Tetapi juga harus memberikan data seakurat mungkin. 
 
‘’Sekali lagi, ini penting. Harus dilakukan dan harus akurat,’’ pungkasnya sembari menyebut biaya sensus juga cukup mahal. (ws hendro/agi/diskominfo)