MADIUN – Permasalahan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkup pemerintahan nyaris terjadi di semua daerah. Tak terkecuali, di Pemerintan Kota Madiun. Setidaknya, terdapat 46 pegawai yang akan pensiun dalam waktu dekat ini. Sebaliknya, tidak banyak PNS baru yang masuk. Karenanya, butuh strategi khusus agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. 
 
‘’Pegawai yang punya skill khusus ini bisa kita tarik kembali setelah pensiun untuk menjadi pelatih pegawai yang ada. Ini penting agar pemerintahan tetap berjalan baik,’’ kata Walikota Madiun Maidi usai apel sekaligus penyerahan SK pensiun bagi 46 PNS Kota Madiun di halaman Balai Kota, Senin (17/20).
 
Walikota mencontohkan pegawai perapian pohon. Petugas tidak sekedar dapat mengoperasikan mesin pemotong. Namun, juga harus punya keberanian dan skill khusus. Sebab, pemotongan tidak hanya di bawah. Tapi terkadang harus naik dulu ke pohon. Hal itu tentu tidak mudah. Walikota menyebut tidak banyak pegawai Pemkot Madiun yang memiliki skill tersebut. 
 
‘’Paling hanya 3-4 orang. Kalau yang seperti ini pensiun dan belum ada penggantinya, bisa berpengaruh pada kinerja pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat,’’ terang mantan sekda ini.
 
Belum di posisi lain. Menurutnya, banyak posisi-posisi yang harus ditempati petugas khusus. Biarpun sudah ada penggantinya, namun kemampuan yang dimiliki tidak setara dengan yang petugas dulu. Ketimpangan itu wajar lantaran baru ada rekrutmen PNS mulai 2018 lalu. Padahal, kali terakhir rekrutmen pada 2011 silam. 
 
‘’Antara yang masuk dan keluar itu memang tidak seimbang. Bayangkan, ada sekitar 200 pegawai yang pensiun setiap tahun. Sebaliknya, baru ada rekrutmen di 2018 lalu sejak 2011. Itu pun, hanya seratusan,’’ terang walikota. 
 
Pegawai dengan skill khusus yang pensiun ini akan ditawari kembali pegawai Pemerintah Kota Madiun. Mungkin akan menjadi konsultan atau pelatih. Artinya, bukan jadi pekerja seperti biasanya. Tetapi seperti tenaga ahli. Walikota menyebut hal itu diperbolehkan. Seperti halnya pelibatan orang-orang ahli dalam kegiatan Pemerintah Kota Madiun. 
 
‘’SDM itu salah satu aset. Yang memiliki kemampuan lebih ini harus diberdayakan. Paling tidak menjadi instruktur atau pelatih bagi yang baru-baru,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo)