MADIUN – Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali menyelenggarakan sensus bagi penduduk Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali itu akan berlangsung pada 2020 mendatang.
 
Untuk itu, berbagai persiapan pun dilakukan. Tak terkecuali oleh BPS Kota Madiun. Menjelang pelaksanaan sensus penduduk, mereka melaksanakan sosialisasi kepada ASN di lingkungan Pemkot Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang GCIO, Senin (23/12).
 
Dalam kegiatan tersebut, Walikota Madiun Maidi berharap sensus penduduk 2020 dapat menghasilkan data yang lebih riil. Artinya, sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. ‘’Data ini menjadi acuan pemerintah kota dalam mengambil kebijakan. Maka, harus riil,’’ ujarnya saat memberikan sambutan.
 
Walikota menuturkan, pihaknya tidak mempersoalkan jika data yang dihasilkan BPS menunjukkan angka yang kurang memuaskan. Asalkan, hal itu sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian, pemkot akan segera mencari cara untuk menyelesaikan persoalan sesuai dengan kondisi yang disampaikan oleh BPS.
 
Tak hanya menjadi acuan pemerintah, keakuratan data yang disampaikan oleh BPS merupakan target dari Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. ‘’Kota ini harus menjadi percontohan. Kalau ada masalah, diselesaikan bersama,’’ imbuhnya.
 
Sementara itu, Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin berharap sosialisasi ini dapat diteruskan kepada masyarakat. Sehingga, seluruh warga Kota Madiun sudah siap saat sensus penduduk dilaksanakan nanti. ‘’Pelaksanaannya mulai Februari 2020,’’ ungkapnya.
 
Tak seperti sebelumnya, pelaksanaan sensus penduduk ini akan dilaksanakan dengan dua tahap. Yakni, mengisi data secara online dan wawancara langsung. Dengan cara ini diharapkan sensus penduduk bisa menghasilkan data yang lebih akurat. (Luki/irs/diskominfo)