MADIUN – Layaknya gerakan Salat Subuh berjamaah, giat Ronda Bersama Walikota juga terus berlanjut. Giat rutin ini sampai di Kelurahan Mojorejo dan Banjarejo, Kamis (20/12). Kegiatan diharap semakin meningkatkan kondusifitas di lingkungan masing-masing. Selain itu, ronda bareng juga menjadi sarana serap aspirasi dan sosialiasi program kerja walikota. 
 
Walikota Maidi kali pertama menyambangi Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) RT 27/RW 06 Kelurahan Mojorejo. Berbagai hal mengemuka saat ronda di Poskamling Jalan Margobawero Barat itu. Salah satunya, sosialisasi Panca Karya yang menjadi program kerja walikota. Yakni, Madiun Kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka. Walikota menambahkan Kota Madiun sudah mendapat 28 penghargaan dari upaya mewujudkan Panca Karya tersebut.
 
‘’Kita baru saja mendapat penghargaan keterbukaan informasi kategori sangat tinggi. Nilai kita 96. Kita satu-satunya di Jawa Timur yang dapat kategori sangat tinggi. Artinya, kita sudah sangat terbuka seperti misi ke lima,’’ kata walikota. 
 
Walikota juga mensosialisasikan sejumlah pembangunan ke depan. Salah satunya, pembangunan ring road timur yang akan dimulai 2020 nanti. Pembangunan bersumber APBN tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 600 miliar. Hal itu patut disyukuri. Sebab, pembangunan ditanggung sepenuhnya pemerintah pusat. Artinya, tidak membebani keuangan daerah. Selain itu, Kota Madiun juga mendapat pembangunan flyover, rusunawa, dan pengolahan tinja dari duit pemerintah pusat. 
 
‘’Ini berkat doa dan upaya kita semua. Alhamdulillah, kita dapat empat proyek dari pemerintah pusat,’’ ungkapnya. 
 
Begitu juga saat di Poskamling RT 16/RW 05 Kelurahan Banjarejo. Walikota juga memanfaatkan kesempatan bertemu dengan warga Banjarejo untuk sosialisasi program. Selain ring road timur, walikota menyebut pembangunan rumah sakit di Jalan Kapten Tendean juga akan dilanjutkan. Pembangunan rumah sakit yang sempat mandek sejak sepuluh tahun terakhir itu sudah diminati pihak ketiga. Walikota menyebut keberadaan rumah sakit pastinya akan menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar. 
 
‘’Pola-pola seperti ini akan terus kita coba. Termasuk nanti di Tawang sana juga ada dua investor yang masuk. Sudah saya instruksikan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal kita,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)