MADIUN – Salat Subuh berjamaah bareng walikota terbukti diminati masyarakat. Terbukti, jamaah yang turut dalam kegiatan semakin banyak. Seperti yang terlihat di Masjid An-Nasir Kelurahan Winongo, Rabu (11/12). Masjid di Jalan Minyak Kuncar itu penuh sesak jamaah. Maklum, selain beribadah dan mengharap berkah subuh, masyarakat juga dapat menyampaikan aspirasi kepada orang nomor satu di Kota Madiun secara langsung.

Seperti yang dilakukan Drajat, warga setempat. Mantan lurah tersebut mengusulkan adanya pelebaran jembatan sebelah dobel trek PT KAI, peningkatkan jalan, hingga jembatan gantung akses masyarakat menuju Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun sebagai akses menuju sunday market dari sisi utara sungai agar tidak memutar.

Usulan tersebut disambut hangat walikota. Menurutnya, usulan sangat bagus. Terutama masalah jembatan gantung tersebut. Walikota menyebut jembatan dirasa perlu. Masyarakat sisi utara sungai memang harus memutar lewat Jalan Gajah Mada. Jembatan juga bisa menjadi objek wisata. Apalagi, dibuat yang menarik dan warna-warni tentunya. Tak heran, walikota langsung menginstruksikan OPD terkait untuk mengupayakan itu ke depan.

‘’Ini usulan yang bagus. Usulan seperti ini yang dibutuhkan pemerintah. Semuanya pasti ingin kota ini semakin baik,’’ kata walikota.

Begitu juga dengan peningkatan jalan. Walikota juga langsung merespon. Jalan di sekitar rel memang terjadi permasalahan setelah pembangunan dobel trek. Walikota juga langsung mengisntruksikan untuk memasukkan usulan dalam daftar tunggu penanganan. Sedang, terkait jembatan pemerintah harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan PT KAI. Namun, walikota menyebut hal itu bukan masalah serius. Sebab, jembatan sejatinya sudah cukup baik. Pun, sudah dapat dilewati sepeda motor.

‘’Setiap usulan dari masyarakat selalu penting. Karena mereka yang mengalami secara langsung. Makanya saya perbanyak sarana bertatap muka untuk menggali aspirasi mereka,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)